Irigasi Rusak dan Alih Fungsi Sawah Jadi Perhatian Serius

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan sebut pemerintah akan memprioritaskan perbaikan saluran irigasi yang rusak di seluruh Indonesia, termasuk di Bengkulu, sebagai langkah menjaga ketahanan pangan nasional.

Zulhas mengatakan bahwa persoalan irigasi menjadi perhatian utama pemerintah karena sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, khususnya bagi para petani sawah.

“Agar dapat segera ditindaklanjuti, setiap usulan perbaikan irigasi agar ditembuskan ke Kemenko Pangan,” kata Zulhas, Jumat (01/05/2026).

Selain irigasi, pemerintah juga memberi perhatian serius terhadap maraknya alih fungsi lahan sawah. Ia menegaskan bahwa ke depan, lahan pertanian produktif tidak boleh lagi dialihkan untuk kepentingan lain karena berpotensi mengganggu produksi pangan nasional.

Baca Juga :  Menkomdigi Saksikan Pengukuhan PWI Persatuan, Tegaskan Dukungan pada Kebebasan Pers

Bahkan, untuk lahan sawah yang sudah terlanjur beralih fungsi sejak tahun 2010, pemerintah mewajibkan adanya penggantian lahan dengan ketentuan khusus.

Untuk sawah beririgasi baik lanjut Zulhas, penggantian harus dilakukan tiga kali lipat dari luas lahan yang dialihkan. Sementara untuk sawah dengan irigasi air payau, penggantian diwajibkan dua kali luas lahan, dan untuk sawah tadah hujan satu kali luas lahan.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta memastikan produksi pangan nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Rejang Lebong Tahan Tersangka Keempat Korupsi Makan Minum RSUD, Terungkap Punya Peran Ganda

Zulhas juga memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil di angka Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.

Selain itu, ia menyebut ketersediaan pupuk saat ini dalam kondisi aman tanpa keterlambatan distribusi. Bahkan, pemerintah masih memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen untuk membantu petani menekan biaya produksi.

“Langkah ini diharapkan mendukung kelancaran program pangan, termasuk menjaga distribusi sembako dan pengelolaan sampah agar tidak memicu kenaikan harga. Karena kita juga ingin harga sembako tetap stabil dan tidak naik,” tutupnya.

Berita Terkait

Terbongkar! Minyakita Oplosan dari Bengkulu Dikirim ke Bandung
Kejari Tanjabbar Selamatkan Rp17,9 Miliar! Uang Korupsi Sawit Mulai Kembali ke Kas Negara
Pledoi Saskya Bongkar Fakta! Perjanjian Tambang Disebut Sah Sejak 2022, Tuduhan Jaksa Dinilai Spekulatif
Keselamatan Kereta Api Harus Dibangun dari Sistem, Bukan Sekadar Wacana
Korupsi Kios Pasar Panorama: Eks Anggota DPRD dan Eks Kadis, Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Wamen Viva Yoga Ingatkan Kader HMI: Jangan Jadi “Kayu Bakar” Politik, Independensi Harus Dijaga
PHI Tolak Gugatan Eks Karyawan, Bank Bengkulu Dinilai Taat Aturan Ketenagakerjaan
Destita Minta Sistem BPJS Kesehatan Dievaluasi Total, Iuran Ganda PPPK
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 16:27 WIB

Terbongkar! Minyakita Oplosan dari Bengkulu Dikirim ke Bandung

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:20 WIB

Irigasi Rusak dan Alih Fungsi Sawah Jadi Perhatian Serius

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WIB

Kejari Tanjabbar Selamatkan Rp17,9 Miliar! Uang Korupsi Sawit Mulai Kembali ke Kas Negara

Kamis, 30 April 2026 - 12:50 WIB

Pledoi Saskya Bongkar Fakta! Perjanjian Tambang Disebut Sah Sejak 2022, Tuduhan Jaksa Dinilai Spekulatif

Rabu, 29 April 2026 - 22:48 WIB

Keselamatan Kereta Api Harus Dibangun dari Sistem, Bukan Sekadar Wacana

Berita Terbaru