NARASIDEMOKRASI – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bengkulu resmi menetapkan Mardensi sebagai Ketua DPD melalui mekanisme aklamasi.
Penetapan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi partai ke depan, sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa Golkar lebih solid dan kompetitif.
Dalam proses Musda yang berlangsung pada Sabtu (25/04/2026), Mardensi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.
Mardensi menegaskan bahwa seluruh tahapan Musda telah berjalan sesuai mekanisme organisasi tanpa kendala. Ia memastikan tidak ada proses yang terlewat, sehingga hasil yang ditetapkan memiliki legitimasi kuat dari internal partai.
“Alhamdulillah, Musda sudah selesai dan seluruh proses berjalan lancar. Tidak ada satu tahapan pun yang tertinggal,” ujar Mardensi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kader dan struktur partai, mulai dari Plt, pimpinan kecamatan (PK), sekretaris, bendahara, hingga organisasi masyarakat (ormas) dan anggota Fraksi Golkar Kota Bengkulu.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal utama untuk membangun kekuatan partai yang lebih besar ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh kader, Ketua PK, sekretaris, bendahara di sembilan kecamatan, juga ormas dan Fraksi Golkar. Ini adalah amanah besar yang harus kita jalankan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mardensi menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan soliditas internal partai serta peningkatan sinergi antar kader. Hal ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan politik ke depan, terutama dalam meningkatkan perolehan kursi di legislatif.
Ia bahkan memasang target ambisius agar Partai Golkar Kota Bengkulu mampu menjadi kekuatan politik yang lebih dominan, termasuk memiliki kapasitas untuk mengusung sendiri pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada pemilihan mendatang.
“Ke depan kita harus bersatu, bekerja sama, dan berjuang agar Golkar semakin maju. Kursi harus bertambah dan kita harus mampu mengusung calon sendiri,” tegasnya.
Proses aklamasi yang terjadi, lanjut Mardensi, merupakan bentuk kepercayaan dan kesepakatan bersama seluruh pemilik suara. Ia menjelaskan bahwa panitia telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon lain untuk mendaftar, namun pada akhirnya dukungan mengarah secara bulat kepadanya.
“Prosesnya aklamasi karena hanya saya yang mendaftar dan didukung penuh oleh pemilik suara dari sembilan kecamatan, ormas, serta unsur provinsi dan kota,” jelasnya.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Mardensi akan segera menyusun struktur kepengurusan baru. Ia memastikan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara terbuka dan inklusif dengan melibatkan kader-kader terbaik yang ada di Kota Bengkulu.
Menurutnya, partai yang besar adalah partai yang mampu merangkul semua kekuatan internal dan memberikan ruang bagi kader untuk berkembang.
“Kita akan susun kepengurusan dengan mengakomodasi aspirasi kader terbaik. Semua punya kesempatan untuk berkontribusi membesarkan Golkar,” tutupnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Partai Golkar Kota Bengkulu diharapkan mampu tampil lebih solid, terorganisir, dan siap menghadapi kontestasi politik yang semakin kompetitif di masa mendatang.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









