NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat progres signifikan dalam pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang menjadi program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun 2025.
Program ini digadang-gadang menjadi penggerak baru ekonomi pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan kawasan yang lebih modern dan terintegrasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Syafriandi, mengungkapkan bahwa terdapat tiga titik pembangunan KNMP di Bengkulu, yakni di Kabupaten Kaur, Seluma, dan Bengkulu Utara.
“Untuk tahun 2025, kita mendapatkan tiga titik lokasi pembangunan, yakni di Kaur tepatnya di Merpas, Seluma di Penago, dan Bengkulu Utara di Enggano,” kata Syafriandi, Kamis (16/04/2026).
Dari tiga lokasi tersebut, dua kawasan sudah rampung sepenuhnya. KNMP di Kaur dan Seluma bahkan telah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan setempat.
“Alhamdulillah, untuk yang di Kaur dan Seluma saat ini sudah rampung 100 persen dan sudah mulai difungsikan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan KNMP di wilayah Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, masih dalam tahap penyelesaian. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat rampung dalam waktu dekat.
“Untuk yang di Enggano saat ini masih dalam proses, dan insyaallah dalam dua bulan ke depan sudah bisa diselesaikan,” tambahnya.
Meski pembangunan fisik hampir tuntas, tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan tersebut bisa berfungsi maksimal. Hingga saat ini, sejumlah fasilitas pendukung utama seperti cold storage dan pabrik es masih menunggu dukungan dari pemerintah pusat.
Syafriandi menjelaskan, secara umum kawasan KNMP sudah mulai digunakan karena mayoritas masyarakat di lokasi tersebut memang berprofesi sebagai nelayan. Namun, optimalisasi kawasan sangat bergantung pada kelengkapan fasilitas penunjang.
“Kalau fungsi secara umum sebenarnya kawasan itu sudah digunakan. Tinggal bagaimana nanti pengelolaan fasilitas seperti cold storage dan pabrik es yang akan ditunjuk oleh pemerintah,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait mekanisme peresmian kawasan KNMP tersebut.
“Kita masih menunggu petunjuk dari pusat untuk mekanisme peresmian. Saat ini kita tetap berkoordinasi dengan dinas perikanan kabupaten agar pemanfaatannya bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









