IMAPA Bengkulu Minta DPRD Sampaikan Aspirasi Papua ke Pemerintah Pusat

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu meminta DPRD Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menyalurkan aspirasi serta keresahan masyarakat Papua kepada pemerintah pusat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum IMAPA Bengkulu, Otis Herikson Tekege, di Bengkulu, Selasa (7/4/2026). Ia mengatakan, kondisi yang terjadi di Papua saat ini menjadi perhatian serius mahasiswa Papua di daerah.

“Kami prihatin dengan situasi yang terjadi di Papua. Kami berharap DPRD Provinsi Bengkulu bisa membantu menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat,” ujar Otis.

Menurut Otis, IMAPA Bengkulu berencana melakukan kunjungan resmi ke DPRD Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat Papua.

Ia berharap para anggota dewan dapat membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi yang akan disampaikan.

Baca Juga :  Kopi Bengkulu Masih Tertinggal Branding, Program Merah Putih Jadi Harapan Kebangkitan

“Kami ingin ada ruang bagi kami untuk menyampaikan langsung keresahan ini. Harapan kami, DPRD bisa menjadi jembatan agar suara kami sampai ke pemerintah pusat,” kata Otis.

Dalam pernyataan sikapnya, IMAPA Bengkulu yang berada di bawah naungan Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera (KOMPASS) menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi di tanah Papua.

Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk meninjau kembali keberadaan perusahaan tambang besar di Papua, termasuk PT Freeport Indonesia. IMAPA menilai, sejarah kontrak kerja yang dilakukan tanpa melibatkan masyarakat asli Papua menjadi salah satu sumber persoalan yang masih dirasakan hingga saat ini.

Kedua, IMAPA meminta pemerintah segera mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada 31 Maret 2026. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan terdapat korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat sipil.

Baca Juga :  Bupati Teddy Rahman Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Fokus pada Pelayanan Masyarakat, Bukan Seremonial

IMAPA menilai, penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara transparan dan tuntas agar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ketiga, mereka menolak sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Menurut IMAPA, proyek-proyek tersebut dinilai belum sepenuhnya memperhatikan hak masyarakat adat dan berpotensi merusak lingkungan.

Selain itu, IMAPA juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin perusahaan yang dianggap merugikan masyarakat dan lingkungan di Papua.

Keempat, IMAPA menyoroti pentingnya ruang dialog terkait masa depan Papua. Mereka menilai, pendekatan yang lebih mengedepankan dialog dan kesejahteraan masyarakat perlu menjadi prioritas.

Kelima, IMAPA juga meminta adanya langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan di Papua, termasuk melalui pendekatan keamanan yang lebih humanis, guna menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Berita Terbaru