Wamen Viva Yoga Ingatkan Kader HMI: Jangan Jadi “Kayu Bakar” Politik, Independensi Harus Dijaga

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks. Pesan itu disampaikan saat menerima kunjungan pengurus HMI Cabang Jakarta Selatan, HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, dan KAHMI Cilegon, di Kalibata, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Viva Yoga menegaskan bahwa kader HMI harus tetap berpegang pada prinsip dasar organisasi, yakni independensi etis dan organisatoris. Ia menilai, dalam situasi politik yang dinamis, sering kali ada pihak yang mencoba membawa nama organisasi untuk kepentingan tertentu.

“Prinsip independensi itu harus dijaga. Jangan sampai organisasi dimanfaatkan oleh kepentingan yang tidak sesuai dengan nilai dasar HMI,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar kader HMI tidak terjebak dalam permainan politik praktis yang merugikan. Ia menggunakan istilah “kayu bakar” untuk menggambarkan kondisi di mana kader hanya dimanfaatkan tanpa mendapatkan manfaat apa pun.

“Jangan sampai kader HMI hanya jadi kayu bakar. Orang lain yang panen, kalian tidak dapat apa-apa,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Jagung di Padang Jaya, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Meski begitu, Viva Yoga tetap mendorong kader HMI untuk bersikap kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, sikap kritis adalah bagian penting dari tradisi intelektual HMI yang harus terus dijaga.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengutip pesan tokoh pemikir Islam terkemuka, Nurcholish Madjid atau yang akrab disapa Cak Nur. Ia menekankan bahwa kader HMI harus memiliki kemampuan berbicara dan menulis yang baik.

“Kader HMI harus pandai berbicara dan juga mampu menulis. Itu bagian dari tradisi intelektual yang harus terus dikembangkan,” katanya.

Viva Yoga mengaku dirinya juga menerapkan nilai-nilai tersebut sejak aktif di HMI Cabang Denpasar hingga menjadi pengurus di tingkat nasional. Kebiasaan berdiskusi dan menulis, menurutnya, menjadi sarana penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan intelektual.

Ia bahkan mengenang pengalamannya berdiskusi dengan Anas Urbaningrum terkait pentingnya budaya menulis. Pada masa itu, kata dia, media cetak seperti Republika, Kompas, dan Media Indonesia menjadi ruang utama bagi kader untuk menuangkan gagasan.

“Sekarang ruangnya lebih luas. Kader bisa menulis di mana saja, termasuk di media sosial. Tinggal bagaimana dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Aklamasi, Mardensi: Fokus Perkuat Soliditas dan Rebut Kemenangan Agenda Politik

Selain itu, Viva Yoga juga menekankan pentingnya proses kaderisasi yang berkelanjutan. Ia menilai, HMI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga dunia akademik dan sosial.

Menurutnya, kader HMI selama ini telah banyak berkiprah di berbagai sektor, baik di lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, hingga organisasi sosial dan keagamaan.

“Ini menunjukkan bahwa HMI punya peran besar dalam pembangunan bangsa. Karena itu, kaderisasi harus terus diperkuat,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Viva Yoga mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan para kader HMI dan KAHMI dari berbagai daerah. Ia juga berbagi pengalaman saat menjadi kader di Bali, yang menurutnya memiliki dinamika sosial dan budaya yang berbeda dibanding daerah lain.

“Sebagai minoritas di Bali, saya belajar banyak tentang toleransi dan keberagaman. Itu menjadi bekal penting dalam kehidupan berbangsa,” tutupnya.

Penulis : Reno

Editor : Windi

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Selasa, 8 September 2026 - 16:46 WIB

Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu

Berita Terbaru