NARASIDEMOKRASI – Polemik internal Partai Golkar Kota Bengkulu semakin memanas pasca penunjukan Sauri Oegan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD. Persoalan yang awalnya hanya berupa protes dari sejumlah kader, kini berkembang menjadi konflik terbuka hingga berujung pada pembukaan paksa sekretariat partai.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 22 April 2026 siang. Sauri bersama jajaran pengurus baru yang ditunjuk mendatangi Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bengkulu. Namun setibanya di lokasi, mereka mendapati pintu dalam kondisi terkunci dan tidak ada satu pun pengurus lama yang berada di tempat.
Situasi menjadi tegang setelah diketahui bahwa kunci sekretariat tidak diserahkan oleh pengurus sebelumnya yang kini sudah tidak aktif. Kondisi ini memicu keputusan pengurus baru untuk membuka pintu secara paksa.
Di bagian dinding sekretariat bahkan ditemukan tulisan peringatan yang bernada ancaman. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa siapa pun yang membuka paksa pintu akan dilaporkan ke penegak hukum. Namun, peringatan itu justru memancing emosi di lapangan.
“Karena tidak ada kunci dan tidak ada itikad baik dari pengurus sebelumnya, maka kita terpaksa membuka pintu,” ujar Sauri Oegan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, langkah tersebut bukan tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa dirinya telah sah menjabat sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu berdasarkan Surat Keputusan resmi yang diterbitkan pada 20 April 2026.
“Kami datang bukan sembarangan. Kami menjalankan amanah organisasi berdasarkan SK yang sudah diterbitkan dan sudah kami sampaikan ke pengurus lama,” tegasnya.
Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Setelah berhasil masuk ke dalam sekretariat, rombongan pengurus baru dibuat terkejut dengan kondisi ruangan yang dinilai tidak wajar. Sekretariat terlihat kosong, bahkan sejumlah fasilitas penting seperti AC, komputer, dan perlengkapan kantor lainnya tidak ditemukan.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Sekretariat yang seharusnya menjadi pusat aktivitas partai justru tampak seperti sudah lama tidak dihuni. Tidak ada tanda-tanda kegiatan organisasi yang berjalan di dalamnya.
Ia juga menilai situasi ini menjadi bagian dari dinamika internal yang harus segera diselesaikan. Sauri menegaskan pihaknya tetap akan fokus menjalankan roda organisasi dan melakukan konsolidasi kader.
“Nanti kita sebagai PLT akan berkoordinasi dengan pengurus lama, untuk inventarisir sekretariat, apa saya barang yang masih ada, tinggal nanti serah terimanya saja” ujranya
Sementara itu, polemik ini berawal dari penunjukan Sauri sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu yang menuai protes dari sejumlah kader. Mereka mempertanyakan dasar penunjukan tersebut dan menilai prosesnya tidak transparan.
Situasi ini diperkirakan masih akan terus berkembang, bahakn informasi terkahir ada pihak yang telah melapor ke APH terkait pembukaan paksa pintu sekretariat yang dianggap pengerusakan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









