Golkar Kota Bengkulu Tempuh Jalur Hukum, Mardensi Minta Kader Tidak Terprovokasi

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu Mardensi memilih jalur hukum terkait pemagaran kantor Golkar dan meminta kader tidak terpancing melakukan tindakan anarkis.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu Mardensi memilih jalur hukum terkait pemagaran kantor Golkar dan meminta kader tidak terpancing melakukan tindakan anarkis.

NARASIDEMOKRASI – Polemik pemagaran Kantor DPD Partai Golkar Kota Bengkulu memasuki babak baru. Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Mardensi, memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan melalui jalur hukum dan bukan dengan aksi balasan di lapangan.

Sikap itu disampaikan melalui kuasa hukum DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Aan Julianda, SH, MH terkait pemagaran kantor partai yang dilakukan oleh Hawiyah Mahyudin Binti H Mustafa pada 7 Mei 2026.

Di tengah memanasnya situasi, Mardensi meminta seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar tetap menahan diri serta tidak terpancing emosi yang dapat memperkeruh suasana.

“Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Mardensi, mengimbau seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar agar tidak terpancing melakukan tindakan anarkis di lapangan,” ujar Aan Julianda, Jumat 8 Mei 2026.

Menurut Aan, langkah hukum dipilih sebagai bentuk komitmen partai dalam menghormati aturan dan menjaga stabilitas politik di Kota Bengkulu. Ia menegaskan, persoalan sengketa tidak boleh diselesaikan dengan tindakan sepihak yang berpotensi memicu konflik baru.

Baca Juga :  PT Bio Nusantara Teknologi Bergerak Cepat, Sawit di Sungai Lemau Dieksekusi Demi Lingkungan

Aan menilai pemagaran kantor partai tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Bahkan, dalam spanduk yang dipasang di lokasi, tidak dijelaskan secara rinci legalitas kepemilikan objek yang dipagari.

Selain itu, pihak DPD Golkar Kota Bengkulu juga mempertanyakan tindakan pemagaran yang dilakukan tanpa adanya putusan pengadilan.

“DPD Partai Golkar Kota Bengkulu akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Aan

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria serta PP Nomor 40 dan 41 Tahun 1996, sengketa terkait hak atas tanah harus diselesaikan melalui prosedur hukum yang berlaku.

Menurutnya, tindakan pemagaran secara sepihak justru dapat menimbulkan persoalan baru karena kantor tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas organisasi partai.

“Atas pemagaran ini kami meminta kepada Hawiyah Mahyudin Binti H Mustafa untuk segera merobohkan pagar tersebut mengingat kantor itu merupakan tempat aktivitas organisasi. Jika tidak, kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib,” ujar Aan.

Baca Juga :  Sinyal Tower di Topos Lebong Mulai Beroperasi, Warga Akhirnya Keluar dari Blankspot

Meski begitu, Golkar Kota Bengkulu tetap membuka ruang penyelesaian damai. Mardensi disebut masih mengedepankan komunikasi dan mediasi agar persoalan tidak semakin meluas.

Aan mengatakan, penyelesaian secara musyawarah tetap menjadi pilihan utama sebelum proses hukum berjalan lebih jauh.

“DPD Partai Golkar Kota Bengkulu tetap membuka ruang penyelesaian secara damai melalui diskusi, mediasi maupun negosiasi dengan pihak terkait guna menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Sikap yang diambil Mardensi ini dinilai sebagai langkah menjaga citra partai di tengah dinamika internal yang sebelumnya sempat memanas pasca Musda Golkar Kota Bengkulu.

Alih-alih membalas tindakan di lapangan, Mardensi memilih menyerahkan persoalan kepada aparat penegak hukum dan mekanisme yang berlaku.

Publik kini menunggu bagaimana kelanjutan polemik tersebut, termasuk kemungkinan adanya mediasi antara kedua pihak agar aktivitas partai dapat kembali berjalan normal.

Berita Terkait

Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi
KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu
Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:51 WIB

KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Berita Terbaru