Efek Domino Blackout Sumatera, Gangguan SUTET di Jambi Lumpuhkan Sejumlah Wilayah

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN mengungkap blackout Sumatera terjadi akibat efek domino setelah gangguan transmisi di Jambi. Sistem kelistrikan kini dipastikan kembali normal dan stabil.

PLN mengungkap blackout Sumatera terjadi akibat efek domino setelah gangguan transmisi di Jambi. Sistem kelistrikan kini dipastikan kembali normal dan stabil.

NARASIDEMKRASI – Gangguan pada jaringan transmisi listrik di Jambi ternyata memicu efek domino besar hingga menyebabkan blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera. PT PLN (Persero) mengungkap gangguan tersebut membuat sistem kelistrikan Sumatera terpecah dan menyebabkan pembangkit listrik mengalami trip secara berantai.

Peristiwa blackout terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak pada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menjelaskan sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua jalur utama transmisi yang menyalurkan daya dari wilayah selatan menuju utara.

Kedua jalur tersebut adalah koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV.

Menurut Edwin, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang menjadi pemicu awal terganggunya sistem transmisi.

“Pada saat gangguan terjadi, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang,” ujarnya.

Baca Juga :  Kaesang Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029 Dimulai

Gangguan itu membuat aliran daya berubah drastis dan memunculkan fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan sistem interkoneksi listrik Sumatera terbelah menjadi dua bagian.

Wilayah selatan mengalami kelebihan pasokan daya pembangkit, sedangkan wilayah utara mengalami kekurangan pasokan listrik.

Ketidakseimbangan itu membuat sejumlah pembangkit di wilayah utara mengalami trip satu per satu hingga akhirnya memicu pemadaman massal.

PLN menyebut kondisi tersebut sebagai domino effect atau efek berantai dalam sistem kelistrikan.

Gangguan besar ini kemudian menjadi perhatian nasional karena terjadi hampir bersamaan di sejumlah provinsi.

Untuk memastikan penyebab pasti, Bareskrim Polri bersama tim gabungan langsung melakukan investigasi di lokasi tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin mengatakan hasil awal menunjukkan adanya kabel transmisi yang putus di sekitar tower.

Namun, struktur tower masih dalam kondisi baik dan tidak ditemukan kerusakan berat.

Baca Juga :  Ungkap TPPO Kapolda Lampung Warning Orang Tua, Anak Rentan Jadi Korban Perdagangan Orang

“Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem,” jelas Nunung.

Ia juga memastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Pemeriksaan laboratorium forensik masih dilakukan terhadap kabel yang putus untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan.

Di tengah kondisi darurat tersebut, PLN langsung melakukan langkah pemulihan bertahap melalui sistem black start.

Proses black start dilakukan dengan menyalakan pembangkit diesel dan gas terlebih dahulu sebelum mengoperasikan PLTGU dan PLTU secara bertahap.

Langkah itu dilakukan agar sistem kelistrikan kembali stabil dan tidak memicu gangguan baru.

Menurut Edwin, proses pemulihan berjalan cukup cepat karena koordinasi dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Sumatera.

Pada Senin (25/5/2026), PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan Sumatera sudah kembali normal 100 persen.

“Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal dan saat ini beroperasi dengan aman serta stabil,” katanya.

Berita Terkait

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Pemprov Bengkulu Tunggu Regulasi Pusat soal Penyaluran Bansos Lewat Kopdes
BI Bengkulu Perkuat Edukasi QRIS, Transaksi Digital Tak Cukup Hanya Praktis
Istri Ketua SAAF Tempuh Jalur Hukum, Perjuangkan Hak Diri dan Anak
Kuasa Hukum CV Pupuk Apresiasi Vonis Hakim, Sebut Unsur Pidana Terbukti
BTPN Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan, Laba Semester I 2026 Capai Rp655 Miliar
Kaesang Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029 Dimulai
Saksi Ahli Terdakwa Justru Ungkap Fakta yang Menguatkan Dugaan Fraud di CV Pupuk
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 1 September 2026 - 15:54 WIB

Pemprov Bengkulu Tunggu Regulasi Pusat soal Penyaluran Bansos Lewat Kopdes

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:30 WIB

BI Bengkulu Perkuat Edukasi QRIS, Transaksi Digital Tak Cukup Hanya Praktis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Istri Ketua SAAF Tempuh Jalur Hukum, Perjuangkan Hak Diri dan Anak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kuasa Hukum CV Pupuk Apresiasi Vonis Hakim, Sebut Unsur Pidana Terbukti

Berita Terbaru