Kasus Solar Nelayan Bengkulu Bisa Melebar, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan DKP Provinsi

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 19:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Bengkulu mendalami dugaan keterlibatan banyak pihak dalam kasus penyelewengan Biosolar nelayan di Pulau Baai Kota Bengkulu.

Polda Bengkulu mendalami dugaan keterlibatan banyak pihak dalam kasus penyelewengan Biosolar nelayan di Pulau Baai Kota Bengkulu.

NARASIDEMOKRASI – Kasus dugaan penyelewengan BBM subsidi jenis Biosolar untuk nelayan di Bengkulu diperkirakan masih akan berkembang. Polda Bengkulu membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Saat ini, penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu telah menetapkan satu tersangka berinisial AS yang diketahui merupakan salah satu ketua himpunan nelayan di Kota Bengkulu.

Namun polisi menegaskan penyidikan belum selesai. Sejumlah dokumen dan keterangan saksi masih terus dikumpulkan untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam distribusi Biosolar subsidi di wilayah Pulau Baai.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu Kompol Mirza Gunawan mengatakan pihaknya telah melakukan penggeledahan di Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan DKP Provinsi Bengkulu.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan penerbitan rekomendasi pembelian BBM subsidi bagi nelayan.

“Kami mencari dokumen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penyelidikan ke depan terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi,” ujar Mirza.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan indikasi adanya rekomendasi pembelian Biosolar yang diduga diterbitkan tidak sesuai prosedur.

Baca Juga :  HUT ke-81 RI, Helmi Hasan Beri Penghargaan kepada ASN Bengkulu

Dokumen rekomendasi itu kemudian digunakan untuk membeli Biosolar di SPDN atau Solar Packed Dealer Nelayan.

Selain dugaan administrasi yang tidak sesuai aturan, polisi juga menemukan indikasi harga solar subsidi yang dijual tidak sesuai harga resmi pemerintah.

Dalam pengungkapan sebelumnya, aparat berhasil mengamankan sekitar 4 ribu liter Biosolar yang diduga disalahgunakan.

Polisi menduga praktik tersebut telah berlangsung selama setahun. Tersangka AS disebut memperoleh keuntungan dari selisih harga penjualan BBM subsidi.

Mirza menegaskan pihaknya masih mendalami alur distribusi Biosolar tersebut. Penyidik ingin memastikan apakah ada pihak lain yang ikut menikmati keuntungan dari praktik ilegal itu.

“Dimungkinkan bukan hanya pelaku tunggal, melainkan ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat,” tegasnya.

Pernyataan itu membuat kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat Bengkulu. Sebab, jika benar melibatkan lebih dari satu pihak, maka praktik penyalahgunaan BBM subsidi diduga telah berjalan secara terstruktur.

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan distribusi BBM subsidi untuk nelayan selama ini. Banyak pihak berharap penyidikan dilakukan secara transparan agar seluruh pihak yang terlibat dapat diproses hukum.

Baca Juga :  Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

BBM subsidi sendiri merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat kecil, termasuk nelayan tradisional. Karena itu, setiap bentuk penyalahgunaan dianggap merugikan negara sekaligus menyengsarakan rakyat kecil.

Polda Bengkulu memastikan tidak akan berhenti pada satu tersangka saja apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.

Dalam perkara ini, tersangka AS dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Ia terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun.

Kasus dugaan penyelewengan Biosolar nelayan ini menjadi salah satu perhatian besar di Bengkulu karena menyangkut kebutuhan dasar nelayan dalam mencari nafkah.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat membongkar seluruh jaringan yang terlibat agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB