NARASIDEMOKRASI – Blackout massal yang melanda Pulau Sumatera kembali membuka fakta besarnya potensi energi terbarukan di Provinsi Bengkulu yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) menilai Bengkulu sebenarnya mampu mandiri dalam penyediaan listrik jika potensi energi bersih mulai dikembangkan serius.
Dalam data yang disampaikan STuEB, Bengkulu memiliki potensi energi terbarukan mencapai 6.577,8 MW. Namun hingga saat ini baru sekitar 259 MW atau sekitar 3,5 persen yang dimanfaatkan.
Potensi tersebut berasal dari berbagai sumber energi bersih seperti tenaga surya, air, hingga energi angin yang tersebar di sejumlah wilayah Bengkulu.
Ironisnya, meski memiliki surplus listrik hingga 120 persen, Bengkulu tetap ikut terdampak blackout Sumatera karena sistem kelistrikan masih bergantung pada jaringan transmisi terpusat. Ketika jaringan utama terganggu di wilayah lain, pasokan listrik Bengkulu ikut lumpuh.
Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah mulai membangun sistem energi yang lebih mandiri berbasis potensi daerah masing-masing.\
STuEB menilai sistem desentralisasi energi akan membuat setiap wilayah memiliki ketahanan listrik sendiri sehingga gangguan di satu daerah tidak berdampak luas terhadap daerah lain.
Selain Bengkulu, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga memiliki potensi energi terbarukan besar. Sumatera Selatan memiliki potensi hingga 21 GW, Sumatera Barat 12,9 GW, Jambi 13,2 GW, Riau 5,9 GW hingga Lampung 7,5 GW.
Namun potensi besar tersebut dinilai belum menjadi prioritas utama pemerintah. STuEB menuding kebijakan energi nasional masih terlalu bergantung pada batu bara dan kepentingan industri besar.
Konsolidator STuEB, Ali Akbar, mengatakan blackout berulang menjadi bukti bahwa sistem energi saat ini perlu dibenahi total.
Menurutnya, pembangunan energi bersih berbasis komunitas harus segera dilakukan agar masyarakat tidak terus menjadi korban blackout yang terus berulang.
“Momentum blackout berulang ini semestinya jadi titik balik mewujudkan demokratisasi energi,” kata Ali.
STuEB juga menilai Bengkulu memiliki peluang besar menjadi daerah percontohan pengembangan energi bersih di Sumatera karena potensi sumber daya alamnya cukup melimpah.
Selain mampu meningkatkan ketahanan energi, pengembangan energi terbarukan juga dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan energi fosil.
Koalisi masyarakat sipil tersebut berharap pemerintah daerah maupun pusat segera serius mengembangkan energi bersih agar peristiwa blackout tidak terus berulang di masa mendatang.
Masyarakat pun diminta mulai mendukung penggunaan energi ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan listrik nasional.









