Prof Juanda: Penindakan Kejahatan Jalanan Sudah Sesuai Amanat Konstitusi

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Juanda menyebut penindakan kejahatan jalanan oleh Polda Metro Jaya sudah sesuai amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Kepolisian.

Prof Juanda menyebut penindakan kejahatan jalanan oleh Polda Metro Jaya sudah sesuai amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Kepolisian.

BENGKULUBAROMETER – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Tata Negara, Prof. Juanda menegaskan bahwa langkah Polda Metro Jaya dalam memberantas kejahatan jalanan merupakan bagian dari amanat konstitusi dan undang-undang.

Hal tersebut disampaikan Juanda saat menghadiri konferensi pers pengungkapan 127 kasus kejahatan jalanan di Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat telah diatur dalam Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Dorong Indonesia Lepas dari Ketergantungan Pupuk Impor

“Dalam Undang-Undang Kepolisian juga diatur kewenangan Polri untuk mengambil tindakan kepolisian, termasuk diskresi, sepanjang dilakukan dalam koridor hukum dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia,” ujar Juanda.

Ia menjelaskan, tindakan tegas terhadap pelaku pencurian, begal, hingga curanmor merupakan langkah penting untuk menjaga rasa aman masyarakat.

Baca Juga :  Tongkol Jagung Disulap Jadi Energi Alternatif, Inovasi Polri Bantu Petani dan UMKM

Namun demikian, Juanda menegaskan bahwa seluruh tindakan kepolisian tetap harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh keluar dari prinsip legalitas, proporsionalitas, serta perlindungan hak asasi manusia.

Ia menilai keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap ratusan kasus kriminal menunjukkan bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Penegakan hukum harus tegas, tetapi tetap terukur,” tegasnya.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB