Wakil Rektor III Unived Bengkulu Segera Disidang Kasus Penganiayaan

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASISEMOKRASI – Proses hukum dugaan penganiayaan yang menjerat Wakil Rektor III Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu berinisial YA (37) terus berjalan. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan segera menjalani persidangan, YA diketahui hingga kini masih aktif menjabat di lingkungan kampus.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik karena menyangkut pejabat penting di dunia pendidikan tinggi. Di tengah proses hukum yang berjalan, belum adanya keputusan penonaktifan sementara dari pihak kampus memunculkan pertanyaan terkait komitmen etika akademik dan integritas lembaga pendidikan.

YA dijadwalkan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Bengkulu pada Jumat, 22 Mei 2026 mendatang. Sidang itu merupakan tindak lanjut atas dugaan penganiayaan yang sebelumnya telah diproses oleh Polresta Bengkulu.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP Prengki Sirait membenarkan agenda persidangan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Bengkulu terkait jadwal pelaksanaan sidang.

“Kalau tidak ada perubahan, rencananya sidang dilaksanakan hari Jumat,” ujar AKP Prengki Sirait.

Baca Juga :  Kisah Irjen Pol Mardiyono, “Sang Pengayom” yang Tinggalkan Jejak Kepedulian di Bengkulu

Ia menjelaskan, perkara yang menjerat YA masuk kategori tindak pidana ringan sehingga proses hukumnya dilakukan melalui mekanisme sidang tipiring.

“Karena ini termasuk tindak pidana ringan, maka prosesnya melalui sidang tipiring dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri,” tambahnya.

Namun yang menjadi perhatian publik bukan hanya proses hukum tersebut, melainkan sikap pihak kampus yang hingga kini belum mengambil langkah penonaktifan terhadap YA dari jabatan Wakil Rektor III.

Kuasa hukum korban, Sandri Abdul Aziz SH MH, menilai pihak universitas seharusnya mengambil langkah tegas demi menjaga nama baik institusi pendidikan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi korban.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tetapi secara etika dan moral, pihak kampus seharusnya mempertimbangkan penonaktifan sementara terhadap yang bersangkutan sampai proses persidangan selesai,” ujar Sandri.

Menurut Sandri, posisi Wakil Rektor III memiliki hubungan erat dengan pembinaan mahasiswa dan aktivitas kemahasiswaan. Karena itu, keberadaan tersangka di jabatan tersebut dinilai dapat menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan akademik.

Baca Juga :  Geger! Warga Kepahiang Temukan Bayi Perempuan di Dalam Kardus

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut integritas lembaga pendidikan. Kampus harus menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai etika dan rasa aman di lingkungan akademik,” tegasnya.

Sorotan terhadap kasus ini semakin kuat karena publik menilai perguruan tinggi seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung tinggi etika, moral, dan kedisiplinan. Terlebih lagi, jabatan Wakil Rektor III memiliki peran strategis dalam membina mahasiswa dan menjaga iklim akademik di kampus.

Sementara itu, penetapan YA sebagai tersangka tertuang dalam Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka Nomor: B/976/IV/RES.1.6/2026/Reskrim Polresta Bengkulu tertanggal 30 April 2026.

Dalam perkara tersebut, YA dijerat Pasal 471 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.

Kasus ini diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian masyarakat, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa, mengingat posisi tersangka sebagai pejabat kampus aktif yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan mahasiswa di Universitas Dehasen Bengkulu.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB