NARASIDEMOKRASI – Di tengah meningkatnya biaya transportasi di berbagai sektor, Perusahaan Umum (Perum) DAMRI Bengkulu justru tetap mempertahankan tarif murah bagi masyarakat. Bahkan, harga tiket untuk beberapa rute perintis masih dibanderol mulai Rp10.000.
Kondisi ini menjadikan DAMRI sebagai pilihan utama masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan transportasi aman dengan harga terjangkau.
Staff Usaha DAMRI Kantor Pemasaran Bengkulu, Parida, menjelaskan bahwa tarif yang ditetapkan masih mengacu pada layanan perintis dan antar kota dalam provinsi (AKDP).
Beberapa rute perintis dengan tarif murah di antaranya Bengkulu–Tais Rp10.000, Bengkulu–Talo Rp15.000, dan Bengkulu–Maras Rp20.000.
Untuk rute yang lebih jauh, tarif tetap terjangkau seperti Bengkulu–Manna Rp30.000, Bengkulu–Air Tenam Rp35.000, hingga Bengkulu–Bintuhan Rp40.000.
Sementara untuk rute AKDP, tarif tertinggi seperti Bengkulu–Mukomuko hanya Rp125.000.
Harga ini dinilai sangat kompetitif dibandingkan moda transportasi lainnya.
“Tarif ini masih bisa dijangkau masyarakat. Itu sebabnya DAMRI masih jadi pilihan utama,” kata Parida.
Ia juga menegaskan bahwa DAMRI tetap konsisten melayani rute dalam Provinsi Bengkulu meskipun belum membuka kembali jalur luar daerah.
Selain harga, faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi alasan masyarakat memilih DAMRI. Bus yang digunakan memang masih kategori medium, namun sudah dilengkapi AC dan kursi yang cukup nyaman.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, keberadaan transportasi murah seperti DAMRI menjadi sangat penting.
Bagi pelajar, pekerja, hingga pedagang kecil, biaya transportasi sering kali menjadi beban utama. Dengan tarif yang terjangkau, mereka bisa menghemat pengeluaran harian.
DAMRI juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Distribusi barang dan mobilitas masyarakat tetap berjalan, sehingga aktivitas ekonomi tidak terhambat.
Di wilayah seperti Mukomuko, Lebong, hingga Kaur, layanan DAMRI menjadi penghubung utama antar daerah.
Bahkan di Pulau Enggano, keberadaan DAMRI menjadi sangat vital karena keterbatasan transportasi alternatif.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap tarif murah ini bisa terus dipertahankan.
DAMRI Bengkulu pun diharapkan terus meningkatkan pelayanan, baik dari sisi armada maupun frekuensi perjalanan.
Namun satu hal yang pasti, di tengah mahalnya biaya hidup, DAMRI masih hadir sebagai solusi transportasi rakyat—murah, aman, dan tetap bisa diandalkan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









