NARASIDEMOKRASI – Aktivitas ekonomi di kawasan Balai Buntar, Bengkulu, mulai menunjukkan geliat positif pasca Ramadan dan Idulfitri 2026. Meski belum seluruh pedagang kembali berjualan, antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, mengungkapkan peningkatan aktivitas sudah terasa sejak bulan puasa dan terus berlanjut setelah Lebaran.
“Selama bulan puasa peningkatannya luar biasa. Setelah Lebaran, meskipun masih ada pedagang yang belum kembali, antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ujar Eddyson, Jumat (10/04/2026).
Namun di balik ramainya aktivitas, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan ini masih terbilang minim. Saat ini, pemasukan daerah baru bersumber dari sektor parkir dengan rata-rata sekitar Rp500 ribu per hari.
“Untuk PAD saat ini baru dari pajak parkir. Rata-rata penerimaan sekitar Rp500 ribu per hari,” jelasnya.
Pendapatan tersebut berasal dari skema bagi hasil antara pengelola dan pemerintah daerah, dengan komposisi 70 persen untuk pengelola dan 30 persen untuk pemerintah.
“Pembagiannya 70 persen untuk pengelola dan 30 persen untuk pemerintah daerah,” tambah Eddyson.
Melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal, Pemerintah Provinsi Bengkulu kini menyiapkan langkah besar. Balai Buntar akan didorong menjadi kawasan kuliner unggulan yang hidup hingga malam hari.
Selama ini, aktivitas UMKM di kawasan tersebut hanya berlangsung sekitar tiga jam, sehingga dinilai belum mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal.
“Nanti akan kita dorong agar UMKM bisa buka sampai malam. Kita juga akan siapkan panggung hiburan dan penataan seperti konsep kawasan wisata kuliner,” ungkap Eddyson.
Rencana ini bukan sekadar memperpanjang jam operasional, tetapi juga mengubah wajah Balai Buntar menjadi destinasi kuliner yang menarik, nyaman, dan berdaya saing.
Jika pengembangan ini berjalan sesuai rencana, Balai Buntar berpotensi menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan omzet pelaku UMKM, tetapi juga mendorong kenaikan PAD secara signifikan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









