Bayang-Bayang Geopolitik Global, Ekonomi Bengkulu Diprediksi Melambat

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIALOG: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama dlam dialog Sarasehan yang diselenggarkan pada Kamis 9 April 2026, menyatkan, tekanan geopolitik global berpotensi memperlambat ekonomi Bengkulu, meski inflasi tetap terkendali dan sektor unggulan masih bertahan.

DIALOG: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama dlam dialog Sarasehan yang diselenggarkan pada Kamis 9 April 2026, menyatkan, tekanan geopolitik global berpotensi memperlambat ekonomi Bengkulu, meski inflasi tetap terkendali dan sektor unggulan masih bertahan.

NARASIDEMOKRASI – Tekanan geopolitik global mulai memberikan sinyal dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk Bengkulu. Dalam Sarasehan Perekonomian Bengkulu 2026, sejumlah indikator menunjukkan adanya potensi perlambatan ekonomi pada awal tahun ini.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan I 2026 berada di kisaran 4,47 hingga 5,03 persen secara tahunan.

Meski masih dalam kategori positif, angka tersebut menunjukkan adanya tekanan dibandingkan tren sebelumnya.

“Potensi perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan transfer ke daerah serta belum pulihnya sektor pertambangan,” jelas Irfan.

Ia menyebutkan, transfer ke daerah mengalami penurunan sekitar 20,38 persen. Kondisi ini tentu berdampak pada perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Selain itu, sektor pertambangan yang belum sepenuhnya pulih juga menjadi faktor penahan laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

Di sisi lain, tekanan global juga dipicu oleh situasi geopolitik internasional. Kepala Departemen Riset Industri dan Regional Bank Mandiri, Dendi Ramdani, mengingatkan bahwa konflik global berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga :  Manipulasi Batu Bara Terbongkar: Saksi Ungkap Perubahan Nilai Kalori Demi Pangkas Royalti Negara

Dalam skenario terburuk, harga minyak bisa mencapai 132 dolar AS per barel jika konflik Iran–Israel berkembang menjadi perang terbuka.

Sementara dalam skenario konflik terbatas, harga minyak diperkirakan berada di kisaran 84 dolar AS per barel. Kondisi ini tentu berpotensi memengaruhi biaya produksi dan distribusi di dalam negeri.

Namun demikian, ada juga kabar positif dari sisi inflasi. Pada Maret 2026, inflasi Bengkulu tercatat sebesar 2,85 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas harga di Bengkulu masih relatif terjaga meski tekanan global meningkat.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko sebesar 3,83 persen, sementara Kota Bengkulu mencatat angka 2,52 persen.

Baca Juga :  Terbongkar! 90 Ton Pupuk Bersubsidi Diduga Disalurkan Tak Sesuai Aturan

Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan tekanan harga antarwilayah yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.

Untuk menghadapi situasi ini, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta lembaga keuangan lainnya menjadi sangat penting.

Langkah-langkah strategis perlu terus diperkuat agar dampak tekanan global tidak terlalu besar terhadap ekonomi daerah.

Meski menghadapi tantangan, sejumlah sektor dinilai masih memiliki prospek yang baik. Di antaranya sektor telekomunikasi, kesehatan, industri pengolahan, makanan dan minuman, serta sektor pemerintahan.

Sementara itu  Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni, dalam sambutanya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada tahun 2025 mencapai 4,82 persen secara tahunan. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,62 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Bengkulu tetap tumbuh dan mampu bertahan di tengah dinamika global,” ujar Denni.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu
Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola
Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang
Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat
Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer
Fakta Sidang Terungkap: Kuasa Hukum Tegaskan Izin Tambang Sepenuhnya Tanggung Jawab PT RSM
Pemprov Bengkulu Siapkan Balai Buntar Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam
Tiket Mulai Rp10 Ribu, DAMRI Bengkulu Jadi Transportasi Favorit Masyarakat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu

Senin, 13 April 2026 - 18:00 WIB

Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola

Minggu, 12 April 2026 - 12:42 WIB

Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:12 WIB

Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat

Jumat, 10 April 2026 - 23:26 WIB

Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer

Berita Terbaru