NARASIDEMOKRASI – Dugaan praktik ilegal yang berlangsung bertahun-tahun akhirnya meledak ke permukaan. Aktivitas perkebunan kelapa sawit milik PT Riau Agrindo Agung (RAA) di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Laporan itu diserahkan langsung oleh perwakilan warga saat aksi gabungan, Senin (6/4/2026), melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Bengkulu. Warga datang bukan tanpa alasan—mereka mengaku sudah terlalu lama menahan kekecewaan.
Perwakilan warga Benteng, Anel Yadi, menyebut aktivitas perkebunan sawit tersebut diduga ilegal selama 17 tahun.
“Sudah 17 tahun aktivitas perkebunan kelapa sawit di daerah kami diduga ilegal, karena tidak memiliki Izin Usaha Perkebunan untuk Budidaya (IUP-B),” tegas Anel dalam orasinya.
Menurutnya, izin tersebut seharusnya dikeluarkan oleh Gubernur Bengkulu karena lokasi kebun melintasi dua kabupaten, yakni Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara. Namun hingga kini, warga mempertanyakan keberadaan izin tersebut.
Bagi masyarakat, ini bukan sekadar soal administrasi. Ini soal keadilan.
Anel bahkan melontarkan kritik keras kepada aparat penegak hukum yang dinilai lamban, bahkan terkesan tutup mata.
“Ada apa dengan penegak hukum? Kenapa sampai sekarang belum bertindak? Jangan sampai masyarakat menilai hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” sindirnya.
Kekecewaan warga bukan tanpa dasar. Mereka mengaku sudah berulang kali melaporkan persoalan ini ke berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga Polda Bengkulu. Namun hasilnya nihil.
Kini, harapan terakhir ditumpukan kepada Kejati Bengkulu.
“Kami sudah mengadu ke banyak pihak. Hari ini kami datang ke Kejati. Kami minta ini tidak lagi diabaikan,” tegas Anel.
Di sisi lain, pihak Kejati Bengkulu memastikan laporan tersebut sudah diterima. Kasi Penerangan Hukum, Fri Wisdom S. Sumbayak, menyebut pihaknya akan mempelajari dokumen yang diserahkan warga.
“Laporan sudah kami terima. Selanjutnya akan kami pelajari, termasuk dokumen yang disampaikan,” ujarnya singkat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









