Era Digital Menggila, Komisioner KPID Bengkulu Baru Diminta Perkuat Pengawasan Konten

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Perubahan dunia digital yang semakin cepat memaksa lembaga penyiaran bekerja ekstra keras dalam menjaga kualitas siaran. Di tengah derasnya arus konten digital, DPRD Provinsi Bengkulu resmi menunjuk tujuh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu periode 2025–2028. Penetapan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan strategi konkret untuk memastikan ruang publik tidak dikuasai konten hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang menyesatkan.

Ketua Komisi I DPRD Bengkulu, Zainal, S.Sos, menegaskan bahwa seleksi komisioner dilakukan dengan mempertimbangkan tantangan era digital. Menurutnya, pengawasan penyiaran tidak lagi hanya menyasar siaran televisi dan radio. Saat ini, platform digital, konten streaming, podcast, hingga media sosial menjadi bagian integral dalam ekosistem penyiaran yang perlu diimbangi dengan regulasi dan pengawasan ketat.

“Kami mencari figur yang bukan hanya paham regulasi, tapi juga melek teknologi. Tantangan terbesar hari ini adalah derasnya konten yang tidak diverifikasi dan viral begitu cepat,” ujar Zainal.

Dirinya juga menambahkan bahwa aspek komitmen menjadi prioritas karena KPID dibentuk untuk melayani kepentingan publik, bukan justru mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Targetkan 67 Kelurahan Masuk Program Binaan Imigrasi, Pemkot Bengkulu Perkuat Pencegahan TPPO

Tujuh komisioner yang terpilih antara lain: Amrozi dengan skor 756, Halid Saifullah (755), Henny Sulistiawaty (754), Muhammad Misbach (752), Herdyan Adi Kusuma (751), Rizki Valentika (750), dan Tedi Cahyono (746). Mereka dipandang sebagai figur yang telah menunjukkan integritas dan kompetensi selama proses uji kelayakan dan kepatutan.

Dalam konteks digitalisasi, DPRD berharap komisioner baru mampu menempatkan KPID sebagai lembaga yang adaptif. Pengawasan konten lokal perlu diarahkan tidak hanya pada penyiaran konvensional, tetapi juga platform digital yang saat ini menjadi konsumsi utama generasi muda. Selain itu, penguatan literasi digital masyarakat menjadi tanggung jawab penting untuk memastikan publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu.

Tantangan lain yang juga menjadi sorotan adalah maraknya konten komersial terselubung dan pelanggaran etika siaran pada jam-jam tertentu. Dengan fenomena kompetisi rating dan monetisasi digital, penyiaran lokal rentan tergelincir pada praktik yang tidak sesuai dengan pedoman penyiaran. KPID harus mampu mengawasi dan memberikan sanksi yang adil dan profesional.

Zainal menambahkan bahwa komisioner yang baru dituntut memiliki sikap proaktif. Tidak hanya menunggu aduan dari masyarakat, tetapi bergerak cepat menyikapi konten bermasalah yang berpotensi menimbulkan keresahan publik. Selain itu, kolaborasi antar lembaga seperti pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas literasi digital perlu diperkuat.

Baca Juga :  Rehabilitasi Irigasi Air Ketahun di Lebong Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Masyarakat Bengkulu berharap, kehadiran komisioner baru mampu mendorong penyiaran lokal tampil lebih kreatif dan edukatif. Tayangan lokal harus mampu bersaing secara kualitas, namun tetap mengangkat nilai budaya dan sosial daerah. Penyiaran bukan hanya ruang hiburan, tetapi ruang pembelajaran, demokrasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Tentu saja, semua harapan tersebut tidak lepas dari keterbatasan anggaran. Namun, DPRD optimistis bahwa inovasi, kolaborasi, dan komitmen mampu menjadi modal utama mengatasi kekurangan tersebut. Program digitalisasi, monitoring siaran berbasis teknologi, hingga peningkatan kompetensi SDM harus menjadi agenda prioritas.

Dengan demikian, penunjukan komisioner KPID Bengkulu periode 2025–2028 bukan sekadar pergantian nama, tetapi momentum menghadapi gelombang besar penyiaran digital. Di tengah derasnya hoaks dan polarisasi opini, publik menanti peran KPID sebagai penjaga gerbang informasi yang objektif, berimbang, dan mencerdaskan.

 

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB