NARASIDEMOKRASI – Penataan kawasan wisata Pantai Pasir Putih di Kota Bengkulu tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari sektor perbankan dan lembaga keuangan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Langkah kolaboratif ini dinilai menjadi kunci percepatan pengembangan kawasan wisata agar lebih tertata dan modern.
Asisten II Pemkot Bengkulu, Sehmi, menyebutkan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat membantu pemerintah dalam merealisasikan rencana penataan yang telah disusun.
“Alhamdulillah, penataan ini juga didukung oleh CSR dari perbankan seperti Bank Bengkulu, BSI, dan BRI, serta OJK. Ini sangat membantu percepatan program,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk sektor swasta.
Penataan yang dilakukan saat ini mencakup penertiban bangunan yang tidak sesuai, serta persiapan pembangunan fasilitas pendukung seperti awning dan pembagian zona kawasan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menegaskan bahwa penataan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Pantai Pasir Putih sebagai destinasi unggulan.
“Kita ingin kawasan ini benar-benar tertata. Tidak hanya indah, tapi juga nyaman dan punya daya tarik kuat bagi wisatawan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dengan adanya dukungan CSR, pembangunan fasilitas bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu anggaran pemerintah yang terbatas.
Selain itu, keterlibatan perbankan juga membuka peluang pengembangan ekonomi di sekitar kawasan wisata.
Penataan ini juga melibatkan berbagai OPD seperti DLH, Dishub, Damkar, dan Satpol PP. Mereka bekerja bersama untuk memastikan kawasan tetap bersih, aman, dan tertib.
Sehmi menambahkan bahwa penataan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara drastis.
“Kita lakukan pelan-pelan, tapi pasti. Yang penting hasilnya maksimal,” ujarnya.
Ke depan, Pantai Pasir Putih diharapkan menjadi ikon wisata baru yang mampu bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Dengan konsep yang lebih modern dan tertata, kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Selain itu, penataan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Pantai Pasir Putih diproyeksikan menjadi contoh sukses pengembangan wisata berbasis kolaborasi
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









