NARASIDEMOKRASI – Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga pangan, Perum BULOG memastikan bahwa stok beras di Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pemimpin BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, saat kegiatan edukasi bersama siswa SMA Negeri 07 Kota Bengkulu di gudang BULOG Sidomulyo, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, siswa diajak melihat langsung bagaimana cadangan beras pemerintah disimpan dan dikelola. Mereka juga diperkenalkan pada sistem distribusi yang bertujuan menjaga stabilitas harga di pasar.
“BULOG hadir untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harga tetap stabil di masyarakat,” ujar Dody.
Ia menjelaskan bahwa stok beras di Bengkulu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan secara nasional, cadangan beras mencapai sekitar 4,8 juta ton.
Jumlah tersebut menjadi indikator kuat bahwa program swasembada beras yang dicanangkan pemerintah telah menunjukkan hasil nyata.
Dalam kegiatan itu, siswa juga melihat langsung volume beras yang disimpan di gudang. Pemandangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara memiliki cadangan pangan yang cukup besar.
Petugas BULOG menjelaskan bahwa beras disimpan dengan standar ketat, mulai dari suhu, kebersihan, hingga sistem rotasi agar kualitas tetap terjaga.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang peran BULOG dalam mengintervensi pasar ketika terjadi kenaikan harga. Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana transparansi kepada publik, bahwa pengelolaan stok pangan dilakukan secara profesional dan terukur.
BULOG menilai penting untuk menunjukkan secara langsung kepada generasi muda bahwa ketahanan pangan bukan sekadar konsep, tetapi sesuatu yang benar-benar dikelola secara serius oleh negara.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka menyaksikan langsung proses penyimpanan beras dalam skala besar. Banyak dari mereka yang baru pertama kali melihat gudang pangan milik pemerintah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan beras.
Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi bagian dari generasi yang sadar pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaktur









