NARASIDEMOKRASI – Perkembangan dunia digital membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk olahraga. Di Provinsi Bengkulu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai mengambil langkah konkret dengan memberi perhatian serius terhadap pengembangan cabang olahraga elektronik atau e-sport.
Langkah ini bukan tanpa alasan. E-sport kini telah berkembang menjadi olahraga kompetitif yang diakui secara global. Bahkan, cabang ini sudah dipertandingkan dalam ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games, di mana atlet Indonesia telah berhasil menyumbangkan prestasi membanggakan.
Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, Mike Van Hove, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk ikut mencetak atlet berprestasi. Ia menilai, e-sport bukan lagi sekadar permainan, tetapi telah menjadi olahraga yang membutuhkan kemampuan strategi, fokus, serta latihan yang serius.
“E-sport ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Kita tidak bisa lagi melihatnya hanya sebagai hiburan, tapi sebagai cabang olahraga yang punya masa depan,” ujar Mike, Selasa 21 April 2026.
Sebagai bentuk keseriusan, Dispora Bengkulu mulai melakukan pembinaan sejak usia pelajar. Fokus ini dianggap penting karena generasi muda merupakan basis utama dalam pengembangan e-sport. Dengan pembinaan sejak dini, potensi atlet bisa digali dan diarahkan secara lebih maksimal.
Tidak hanya sebatas wacana, Dispora juga telah menyediakan fasilitas khusus berupa ruang latihan di Gedung Olahraga (GOR). Ruangan ini dirancang sebagai tempat berkumpul sekaligus pusat latihan bagi para pelajar yang memiliki minat di bidang e-sport.
Menurut Mike, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak muda. Selain menghindarkan mereka dari aktivitas yang tidak produktif, ruang ini juga menjadi tempat untuk mengasah kemampuan secara terarah.
“Kami sudah siapkan satu ruangan khusus di GOR. Di sana mereka bisa latihan bersama, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan,” jelasnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem e-sport di Bengkulu. Dengan adanya fasilitas, pembinaan, dan perhatian dari pemerintah, diharapkan minat generasi muda terhadap e-sport bisa berkembang lebih sehat dan profesional.
Namun, Dispora menyadari bahwa perjalanan menuju prestasi masih panjang. Saat ini, Bengkulu belum memiliki atlet e-sport yang mampu bersaing di ajang nasional tertinggi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan pembinaan yang lebih terstruktur, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong kemajuan e-sport di daerah.
Selain itu, belum dipertandingkannya e-sport di ajang seperti Pra-Popnas maupun Popnas juga menjadi kendala dalam mengukur kemampuan atlet muda. Padahal, kompetisi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet.
Meski begitu, Dispora Bengkulu tetap optimistis. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan minat generasi muda yang tinggi, e-sport diyakini bisa menjadi cabang olahraga unggulan di masa depan.
Ke depan, Dispora berharap pembinaan yang telah dimulai ini dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional bahkan internasional.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









