NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan penanganan bencana banjir di Kabupaten Lebong berjalan cepat dan terkoordinasi. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memimpin langkah penanganan di lapangan.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu yang juga Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Khairil Anwar, mengatakan kunjungan gubernur bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons bencana.
“Pak Gubernur Insyaallah akan langsung ke Lebong untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memimpin koordinasi bersama pemerintah kabupaten,” ujar Khairil, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, gubernur akan langsung menggelar rapat koordinasi di lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan efektif, termasuk penyaluran bantuan kepada warga.
Berdasarkan data sementara, dampak banjir di Lebong cukup signifikan. Sedikitnya 31 rumah warga terdampak, dengan rincian 10 rumah mengalami kerusakan berat dan 21 rumah rusak ringan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Selain kerusakan rumah, akses jalan sempat terputus akibat longsor yang terjadi di beberapa titik.
Khairil menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum telah bergerak cepat untuk menangani titik longsor yang sebelumnya menghambat akses menuju salah satu kecamatan.
“Kita sudah melihat ada progres penanganan. Ke depan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Yang jelas, provinsi siap memperkuat,” katanya.
Pemprov Bengkulu memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan bantuan. Tidak hanya bantuan darurat, pemerintah juga menyiapkan intervensi untuk perbaikan rumah yang rusak, bahkan yang hanyut akibat banjir.
“Semua masyarakat terdampak akan kita bantu. Termasuk rumah yang rusak, bahkan yang hanyut, insya Allah akan kita intervensi melalui bantuan,” tegas Khairil.
Namun demikian, bantuan yang diberikan bersifat stimulan. Artinya, perbaikan rumah dan pemulihan kondisi warga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Bantuan ini sifatnya stimulan, jadi perlu dukungan masyarakat. Semangat gotong royong sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemprov Bengkulu akan menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa.
Selain itu, aparat TNI dan Polri juga dilibatkan dalam proses pengawasan dan distribusi bantuan agar berjalan transparan dan tepat waktu.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi penyimpangan sekaligus memastikan seluruh warga terdampak benar-benar mendapatkan haknya.
Kehadiran langsung gubernur di lokasi bencana menjadi bukti komitmen Pemprov Bengkulu dalam menangani dampak banjir secara cepat dan menyeluruh.
Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pemulihan jangka menengah, termasuk perbaikan infrastruktur dan hunian warga.
Dengan koordinasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemprov Bengkulu optimistis proses pemulihan di Kabupaten Lebong dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









