NARASIDEMOKRASI – Rencana penataan dan penertiban Pasar Panorama kembali menghangat setelah Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Panorama melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bengkulu pada Senin (8/12/2025). Pertemuan berlangsung di Ruang Hidayah II Kantor Wali Kota Bengkulu pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, dan menjadi salah satu sesi dialog yang dinilai paling penting sebelum kebijakan penataan pasar diterapkan.
Rombongan APPSI dipimpin langsung oleh Ketua Komisariat, Ibu Dalena, bersama empat orang pengurus lainnya. Mereka diterima oleh Asisten II Setdakot Bengkulu Sehmi, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Alex Feriansyah, serta Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Situmorang. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dengan nuansa dialogis yang kontras dengan sejumlah polemik penataan pasar yang pernah terjadi sebelumnya.
Dalam penyampaiannya, Ibu Dalena menegaskan bahwa APPSI datang bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, tetapi untuk memperjelas posisi pedagang sekaligus menyampaikan sejumlah masukan terkait proses penataan. Menurutnya, dukungan penuh tetap diberikan selama pemerintah menjalankan penataan secara adil dan mempertimbangkan kondisi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di kawasan Pasar Panorama.
“Kami dari APPSI mendukung penuh upaya pemerintah dalam menata Pasar Panorama. Namun kami berharap prosesnya berjalan berkeadilan dan tetap mengedepankan pendekatan humanis, khususnya kepada pedagang yang selama ini berjualan di Daerah Milik Jalan (DMJ),” ujarnya.
APPSI menilai penataan tidak hanya soal merapikan bangunan dan menertibkan pedagang, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak memicu hilangnya mata pencaharian bagi pedagang kecil. Organisasi ini juga menyoroti pentingnya pengaturan ulang alur distribusi barang, penempatan pedagang sesuai zonasi, serta penciptaan pasar yang lebih tertib tanpa meminggirkan kelompok rentan.
Bagi APPSI, pasar adalah ruang ekonomi rakyat yang kompleks. Setiap keputusan yang diambil pemerintah akan berdampak langsung pada ribuan keluarga. Karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang tidak tergesa-gesa dan melibatkan perwakilan pedagang secara aktif dalam setiap tahapannya.
Menanggapi masukan tersebut, Asisten II Setdakot Bengkulu Sehmi menyampaikan apresiasi atas kedatangan APPSI. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu sangat terbuka menerima pandangan dan kritik dari para pedagang sebagai pengguna utama ruang pasar.
“Pemkot sangat berterima kasih atas dukungan dan masukan dari APPSI. Prinsip kami jelas: penataan harus dilakukan dengan humanis, berkeadilan, dan demi menciptakan pasar yang lebih tertib serta memberi manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Menurut Sehmi, penataan Pasar Panorama merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas ruang publik dan pelayanan pasar di Kota Bengkulu. Penertiban kawasan DMJ, penataan lapak, dan pengaturan distribusi bukan semata untuk estetika kota, tetapi juga untuk mendukung kenyamanan pengunjung serta keselamatan pedagang itu sendiri.
Plt Kadis Perindag Alex Feriansyah menambahkan bahwa sinergi menjadi kunci keberhasilan penataan pasar. Pemerintah membutuhkan kolaborasi pedagang dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya disiplin dan tertib berdagang. Ia juga menegaskan bahwa semua rekomendasi APPSI akan dibahas secara teknis dalam rapat lanjutan.
Sementara itu, Kasat Pol PP Sahat Situmorang memastikan bahwa proses penertiban akan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah di lapangan dilakukan tanpa gesekan. Dialog akan menjadi metode utama,” ujarnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









