Penataan Pasar Panorama: APPSI Audiensi, Pemkot Bengkulu Janji Libatkan Pedagang

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot akan libatkan Pedagang untuk penataan pasar

Pemkot akan libatkan Pedagang untuk penataan pasar

NARASIDEMOKRASI – Rencana penataan dan penertiban Pasar Panorama kembali menghangat setelah Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Panorama melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bengkulu pada Senin (8/12/2025). Pertemuan berlangsung di Ruang Hidayah II Kantor Wali Kota Bengkulu pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, dan menjadi salah satu sesi dialog yang dinilai paling penting sebelum kebijakan penataan pasar diterapkan.

Rombongan APPSI dipimpin langsung oleh Ketua Komisariat, Ibu Dalena, bersama empat orang pengurus lainnya. Mereka diterima oleh Asisten II Setdakot Bengkulu Sehmi, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Alex Feriansyah, serta Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Situmorang. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dengan nuansa dialogis yang kontras dengan sejumlah polemik penataan pasar yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam penyampaiannya, Ibu Dalena menegaskan bahwa APPSI datang bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, tetapi untuk memperjelas posisi pedagang sekaligus menyampaikan sejumlah masukan terkait proses penataan. Menurutnya, dukungan penuh tetap diberikan selama pemerintah menjalankan penataan secara adil dan mempertimbangkan kondisi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di kawasan Pasar Panorama.

Baca Juga :  Syamsurachman Terpilih Pimpin Golkar Bengkulu, Janji Satukan Kader dan Rebut Kemenangan 2029

“Kami dari APPSI mendukung penuh upaya pemerintah dalam menata Pasar Panorama. Namun kami berharap prosesnya berjalan berkeadilan dan tetap mengedepankan pendekatan humanis, khususnya kepada pedagang yang selama ini berjualan di Daerah Milik Jalan (DMJ),” ujarnya.

APPSI menilai penataan tidak hanya soal merapikan bangunan dan menertibkan pedagang, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak memicu hilangnya mata pencaharian bagi pedagang kecil. Organisasi ini juga menyoroti pentingnya pengaturan ulang alur distribusi barang, penempatan pedagang sesuai zonasi, serta penciptaan pasar yang lebih tertib tanpa meminggirkan kelompok rentan.

Bagi APPSI, pasar adalah ruang ekonomi rakyat yang kompleks. Setiap keputusan yang diambil pemerintah akan berdampak langsung pada ribuan keluarga. Karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang tidak tergesa-gesa dan melibatkan perwakilan pedagang secara aktif dalam setiap tahapannya.

Menanggapi masukan tersebut, Asisten II Setdakot Bengkulu Sehmi menyampaikan apresiasi atas kedatangan APPSI. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu sangat terbuka menerima pandangan dan kritik dari para pedagang sebagai pengguna utama ruang pasar.

Baca Juga :  Kajati Bengkulu Lantik Kajari Muko-Muko Baru, Penyegaran Organisasi untuk Perkuat Penegakan Hukum

“Pemkot sangat berterima kasih atas dukungan dan masukan dari APPSI. Prinsip kami jelas: penataan harus dilakukan dengan humanis, berkeadilan, dan demi menciptakan pasar yang lebih tertib serta memberi manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Menurut Sehmi, penataan Pasar Panorama merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas ruang publik dan pelayanan pasar di Kota Bengkulu. Penertiban kawasan DMJ, penataan lapak, dan pengaturan distribusi bukan semata untuk estetika kota, tetapi juga untuk mendukung kenyamanan pengunjung serta keselamatan pedagang itu sendiri.

Plt Kadis Perindag Alex Feriansyah menambahkan bahwa sinergi menjadi kunci keberhasilan penataan pasar. Pemerintah membutuhkan kolaborasi pedagang dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya disiplin dan tertib berdagang. Ia juga menegaskan bahwa semua rekomendasi APPSI akan dibahas secara teknis dalam rapat lanjutan.

Sementara itu, Kasat Pol PP Sahat Situmorang memastikan bahwa proses penertiban akan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah di lapangan dilakukan tanpa gesekan. Dialog akan menjadi metode utama,” ujarnya.

 

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
CV Mandiri Sejahtera Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Kerugian Perusahaan 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru