NARASIDEMOKRASI – Laskar Gibran menegaskan arah baru sebagai organisasi relawan yang tidak hanya bergerak di ranah politik, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam momentum penyerahan SK kepengurusan DPW Bengkulu di Solo, Jawa Tengah, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP, Leonardo Pandapotan Sirait.
Leonardo menekankan pentingnya transformasi organisasi agar lebih profesional dan berdampak nyata.
“Laskar Gibran harus menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, organisasi harus berjalan sesuai AD/ART dan menjaga marwah lembaga.
Sementara itu , Ketua DPW Ujang Kusnadi menyatakan bahwa pihaknya akan fokus pada program berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin hadir sebagai solusi. Bukan hanya organisasi, tetapi menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” kata Ujang.
Menurutnya, peran relawan sangat penting dalam membantu pemerintah menyerap kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Program yang disiapkan akan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor ekonomi dan sosial.
Ujang menilai, keberadaan relawan harus memberi dampak nyata, bukan hanya simbol.
Ia juga optimistis, dengan dukungan seluruh pengurus dan masyarakat, Laskar Gibran Bengkulu dapat berkembang pesat.
Secara nasional, Laskar Gibran membawa visi besar untuk mengawal pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Visi ini akan diwujudkan melalui sinergi antara program nasional dan kearifan lokal di setiap daerah.
Bengkulu, sebagai bagian dari Indonesia, diharapkan mampu berkontribusi dalam agenda besar tersebut.
Melalui semangat gotong royong dan profesionalisme, Laskar Gibran ingin menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa.
Dengan struktur organisasi yang mulai terbentuk, langkah berikutnya adalah memastikan program berjalan dan dirasakan masyarakat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









