LBH KAHMI Desak Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Mahasiswa oleh Wakil Rektor Unived

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Majelis Wilayah KAHMI Bengkulu mendesak aparat penegak hukum segera memproses dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan Wakil Rektor III Universitas Dehasen (Unived) terhadap sejumlah mahasiswa. Desakan ini disampaikan langsung oleh Direktur LBH KAHMI Bengkulu, Aan Julianda, dalam pernyataan resminya

Dalam keterangannya, Aan menyatakan pihaknya prihatin atas peristiwa yang diduga terjadi di lingkungan kampus tersebut. Menurutnya, segala bentuk kekerasan di perguruan tinggi tidak dapat dibenarkan, terlebih jika melibatkan pejabat struktural kampus.

“Kampus adalah ruang pembinaan, ruang intelektual, dan tempat tumbuhnya nilai-nilai demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Jika benar terjadi kekerasan, maka ini mencederai marwah pendidikan tinggi,” ujar Aan.

Ia menegaskan, prinsip negara hukum menempatkan semua warga negara sama di hadapan hukum. Karena itu, aparat penegak hukum diminta bekerja profesional, objektif, dan transparan dalam menangani laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Baca Juga :  Polres Rejang Lebong Terapkan Pengawasan Ketat Makanan Bergizi Gratis untuk Siswa

Menurut Aan, penanganan kasus ini tidak boleh tebang pilih. Siapa pun yang terlibat, kata dia, harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Asas equality before the law harus ditegakkan. Tidak boleh ada kekebalan hukum hanya karena jabatan,” tegasnya.

LBH KAHMI juga meminta agar perlindungan terhadap korban dan saksi menjadi perhatian utama. Ia menilai, dalam kasus yang melibatkan relasi kuasa antara pejabat kampus dan mahasiswa, potensi intimidasi atau tekanan kerap muncul.

“Korban dan saksi harus mendapatkan perlindungan maksimal. Jangan sampai ada tekanan yang membuat mereka enggan memberikan keterangan secara jujur,” kata Aan.

Ia menambahkan, lembaganya siap memberikan pendampingan hukum kepada mahasiswa yang merasa dirugikan. LBH KAHMI, lanjutnya, akan mengawal proses hukum sejak tahap penyelidikan hingga persidangan guna memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.

Dalam konteks lebih luas, Aan mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan iklim akademik yang sehat. Dialog, diskusi, dan mekanisme etik seharusnya menjadi jalan utama dalam menyelesaikan persoalan internal kampus, bukan pendekatan represif.

Baca Juga :  Dua Pelajar Bengkulu Utara Ber-IQ Tinggi Di gadang Jadi Penerbang TNI

“Nilai akademik dibangun atas rasionalitas dan dialog. Jika terjadi perbedaan pandangan atau dinamika organisasi kemahasiswaan, penyelesaiannya harus melalui mekanisme yang beradab,” ujarnya.

Pernyataan LBH KAHMI ini sekaligus menjadi sinyal agar pengelola perguruan tinggi melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Transparansi dalam penanganan kasus dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Dehasen terkait tudingan tersebut. Sementara itu, aparat penegak hukum diharapkan segera memberikan klarifikasi mengenai langkah yang akan diambil.

Aan menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga supremasi hukum. “Kami akan terus mengawal agar proses berjalan sesuai koridor hukum. Keadilan tidak boleh berhenti di ruang wacana,” katanya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB