Ratusan Warga Dari Dua Kabupaten Minta PT RAA Dihentikan

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Bengkulu Tengah menegaskan penolakan PT RAA bukan anti investasi, melainkan tuntutan penegakan hukum sawit.

Warga Bengkulu Tengah menegaskan penolakan PT RAA bukan anti investasi, melainkan tuntutan penegakan hukum sawit.

NARASIDEMOKRASI – Ratusan warga dari dua Kabupaten yakni Bengkulu Tenah dan Bengkulu Utara mengepung kantor Bupati Bengkulu Tengah. Warga lima kecamatan ini mendesak Pemerintah untuk menghentikan aktivitas PT Riau Agrindo Agung (PT RAA).

Mereka menilai selama 17 tahun beroprasi PT RAA, diduga tidak mengantongi Hak Guna Usaha dan IUP. Mereka bukan menolak investasi tetapi meminta pemerintah untuk menegakkan aturan yang ada.

Dalam teriakan masyarakat, menyatakann jika ada perusahan dibiarkan tanpa mematuhi aturan, maka bagaimana dengan perusahan yang taat aturan akan dianggap  tidak tegas dan tidak berkeadilan.

Dalam aksi ini puluhan karton dan spanduk bertulisan “PT RAA tidak bayar pajak”  kemudan ada juga bertulisan “PT RAA tidak ada dampak bagi masyarkat,” dan berbagi tulisan lainya juga nama jelas diangat keatas kepala oleh masa aksi.

Koordinator aksi, Zainal Aktam, berulang kali menekankan bahwa demonstrasi meminta pemerintah untuk penghentian total aktivitas perkebunan PT RAA karena beroperasi tanpa HGU dan IUP-B dari Gubernur Bengkulu, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-XIII/2015.

Baca Juga :  Beras Mahal di Bengkulu, Ongkos Distribusi dari Lampung Jadi Biang Kerok

Kemudaian dalam orasi masa mendesak untuk Cabut IUP PT RAA Nomor 05 Tahun 2011, Massa meminta agar IUP Nomor 05 Tahun 2011 yang diterbitkan oleh Bupati Bengkulu Tengah dicabut karena dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 Tahun 2013, serta Pasal 48 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014.

“Kami meminta untuk aktivita  PT RAA agar diheentikann total dan lahan dikembalikan ke negara,” lantangnya.

Masa aksi menilai penolakan terhadap PT RAA ini bukan anti dari investasi, namun mereka meminta agar investasi yang masuk ke Bengkulu tidak mengankangi aturann yang berlaku. Kemudaian investasi juga hanya mengutkan keuntung sepihak akan tetapi memberikan manfaat  terhadap rakyat.

“Kami ingin investasi yang taat hukum, membayar pajak, dan memberikan manfaat bagi rakyat. Bukan investasi yang berdiri di atas pelanggaran,” ujar Nur Hasan.

Menurutnya, dugaan kuat menunjukkan PT RAA beroperasi tanpa Hak Guna Usaha dan tanpa IUP dari Gubernur Bengkulu, padahal wilayah perkebunan melintasi dua kabupaten. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Baca Juga :  Polresta Bengkulu Sosialisasi Penerimaan Bintara Brimob 2025, Tegaskan Rekrutmen Tanpa Calo dan Pungli

“Jika satu perusahaan dibiarkan, maka perusahaan lain bisa melakukan hal serupa,” uajrnya

Dalam orasi, warga menyebut bahwa izin yang diterbitkan Bupati Bengkulu Tengah pada 2011 tidak cukup kuat secara hukum. Kewenangan perizinan lintas kabupaten berada di tingkat provinsi.

“Kalau aturannya jelas, kenapa harus dilanggar?” teriak seorang orator dari atas mobil komando.

Warga juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan yang mereka rasakan selama bertahun-tahun. Meski tidak dirinci satu per satu, massa menilai kehadiran PT RAA tidak sebanding dengan manfaat yang dijanjikan.

sementara itu Asisten II Setdakab Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, memastikan pemerintah tidak akan gegabah mengambil keputusan. Karena semua tuntutan dari Masyarakat akan terlebih dahulu dikaji oleh tim dari  Pemkab Benteng.

“Kami harus memastikan semua langkah sesuai hukum. Kajian akan kami lakukan secara menyeluruh, jawaban akan kami sampaikan  tanggal 20 nanti,” ujarnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB