Diduga Akibat Hutan Gundul, Bupati Lebong Siapkan Reboisasi Usai Banjir Besar

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lebong soroti dugaan hutan gundul sebagai penyebab banjir. Pemerintah siapkan langkah reboisasi untuk mencegah bencana berulang.

Bupati Lebong soroti dugaan hutan gundul sebagai penyebab banjir. Pemerintah siapkan langkah reboisasi untuk mencegah bencana berulang.

NARASIDEMOKRASI – Banjir besar yang melanda Kabupaten Lebong mulai mengarah pada satu dugaan kuat, yakni kerusakan lingkungan akibat hutan yang gundul.

Bupati Lebong, H. Azhari SH, MH, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga akan mengusut akar penyebab bencana.

“Kami akan segera menggelar rapat khusus. Kalau memang penyebabnya kerusakan lingkungan, maka reboisasi akan menjadi langkah utama,” tegas Azhari.

Menurutnya, banjir tidak bisa hanya dilihat sebagai bencana alam semata, tetapi juga harus dikaji dari sisi lingkungan.

Baca Juga :  Kejari Bengkulu dan Pemkot Dorong Transparansi Dana Kelurahan Lewat Aplikasi Jaga Desa

Ia menyebut, potensi erosi dan berkurangnya tutupan hutan bisa menjadi faktor utama meningkatnya debit air saat hujan deras.

“Kalau hutan rusak, air tidak terserap. Ini yang harus kita benahi,” jelasnya.

Banjir yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) lalu berdampak luas di beberapa wilayah. Desa Lemeu, Embong, Nangai, Amen, Karang Anyar, dan Semelako menjadi titik terdampak.

Kerusakan yang ditimbulkan cukup serius. Selain merendam rumah warga, banjir juga membawa material longsor yang menutup jalan dan merusak fasilitas umum.

Ribuan kepala keluarga terdampak, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Meski demikian, Azhari memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Semarak Kejuaraan Antar Kampung Kemenpora 2025 di Seluma, Ajang Olahraga dan Silaturahmi

“Yang terpenting tidak ada korban jiwa. Tapi kita tidak boleh mengabaikan kerusakan yang terjadi,” katanya.

Langkah reboisasi yang direncanakan bukan hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah rawan. Bupati Azhari berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

“Bencana ini harus jadi momentum untuk memperbaiki lingkungan kita,” tegasnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu
Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola
Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang
Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat
Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer
Fakta Sidang Terungkap: Kuasa Hukum Tegaskan Izin Tambang Sepenuhnya Tanggung Jawab PT RSM
Pemprov Bengkulu Siapkan Balai Buntar Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam
Tiket Mulai Rp10 Ribu, DAMRI Bengkulu Jadi Transportasi Favorit Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu

Senin, 13 April 2026 - 18:00 WIB

Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola

Minggu, 12 April 2026 - 12:42 WIB

Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:12 WIB

Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat

Jumat, 10 April 2026 - 23:26 WIB

Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer

Berita Terbaru