Dialog Mahasiswa dan Bupati Bengkulu Utara Redakan Polemik, Febrian: “Kritik Kami Bukan Hoaks”

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Polemik antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara akhirnya menemukan titik terang. Melalui forum dialog terbuka yang digelar di ruang kerja Bupati Bengkulu Utara, Selasa (7/4/2026), kedua belah pihak sepakat meredakan ketegangan yang sempat mencuat di ruang publik.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB itu dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, jajaran Asisten I, II, dan III, perwakilan Polres Bengkulu Utara melalui Kasat Intel, serta Presiden Mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS) periode 2025, Febrian Sugiarto, bersama sejumlah pengurus BEM.

Dialog ini merupakan tindak lanjut dari polemik yang bermula dari kritik mahasiswa di media sosial, yang kemudian berkembang menjadi perdebatan publik. Dalam forum tersebut, Bupati Bengkulu Utara secara terbuka mengakui telah mengirimkan pesan kepada salah satu anggota BEM UNRAS, yang sebelumnya dinilai bernada intimidatif.

Tak hanya itu, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pesan yang dikirimkan bertujuan untuk mengingatkan, bukan untuk membungkam kritik mahasiswa.

Pengakuan ini sekaligus meluruskan anggapan yang sempat beredar di masyarakat bahwa mahasiswa telah menyebarkan informasi yang tidak benar. Presiden Mahasiswa UNRAS, Febrian Sugiarto, menegaskan bahwa apa yang disampaikan mahasiswa merupakan fakta yang kini telah dikonfirmasi langsung oleh kepala daerah.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Respon Aspirasi Askab PSSI Mukomuko, Dukung SSB dan Pembangunan Stadion

“Dengan adanya pengakuan ini, jelas bahwa tidak ada hoaks yang disebarkan oleh mahasiswa. Kritik yang kami sampaikan adalah bagian dari hak demokrasi,” ujar Febrian dalam forum tersebut.

Ia menilai, peristiwa ini menjadi catatan penting tentang relasi antara kekuasaan dan kebebasan berpendapat di daerah. Menurutnya, kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam sistem demokrasi.

“Kritik bukan untuk dibungkam, apalagi dengan ancaman hukum. Ini bagian dari ruang demokrasi yang harus dijaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang lebih baik dengan kalangan mahasiswa. Ia berharap kejadian ini tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kembali hubungan yang lebih konstruktif antara pemerintah daerah dan mahasiswa. Kedua pihak sepakat bahwa dialog terbuka menjadi kunci dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.

Baca Juga :  Prabowo Copot Kepala BGN, Ketua Gerindra Seluma Apresiasi Keputusan Presiden

Febrian juga mengajak masyarakat Bengkulu Utara untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau takut dalam menyampaikan pendapat. Itu adalah hak yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Febrian menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung mahasiswa sejak awal polemik mencuat. Ia menyebut dukungan tersebut datang dari Forum Demokrasi Bengkulu, para aktivis, media, serta masyarakat Bengkulu Utara.

Menurutnya, dukungan itu menjadi bukti bahwa ruang demokrasi di daerah masih hidup dan perlu terus dijaga bersama.

Dengan berakhirnya dialog ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan mahasiswa dapat berjalan lebih harmonis. Polemik yang sempat memanas kini diharapkan menjadi pelajaran penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kebebasan berpendapat di Bengkulu Utara.

Berita Terkait

Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB