BENGKULUBAROMETER — Suasana Gedung Serba Guna , Jumat (24/4/2026) pagi, dipenuhi ribuan mahasiswa, dosen, dan tamu undangan. Momentum Dies Natalis ke-44 kampus kebanggaan Bengkulu itu menjadi panggung refleksi sekaligus dorongan kuat untuk melangkah lebih jauh ke kancah internasional.
Orasi ilmiah yang digelar dalam perayaan tersebut menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, . Di hadapan civitas akademika, ia menyampaikan pesan tegas: lulusan UNIB tidak boleh hanya puas bersaing di tingkat nasional, tetapi harus berani menembus panggung global.
Menurut Rachmat, rekam jejak alumni UNIB sejauh ini sudah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sejumlah lulusan kampus ini bahkan telah menempati posisi strategis di pemerintahan pusat, termasuk di lingkungan kerja Presiden .
“Kita melihat alumni Universitas Bengkulu sudah banyak berkontribusi di tingkat nasional, termasuk di pemerintahan. Di Bappenas juga ada. Ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh ke level internasional,” ujar Rachmat.
Ia menegaskan, tantangan ke depan bukan lagi sekadar mencetak lulusan, tetapi memastikan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing mahasiswa.
“Mahasiswa UNIB harus punya keberanian untuk tampil di dunia internasional. Bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama kampus dan daerah,” katanya.
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera, Universitas Bengkulu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang. Kampus ini dikenal dengan konsep “kampus hijau” yang dikelilingi kawasan hutan, menciptakan lingkungan akademik yang asri sekaligus kondusif bagi proses pembelajaran.
Capaian akademik pun terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Webometrics edisi Januari 2026, UNIB menempati peringkat ke-37 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Posisi ini menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan di kampus tersebut terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Bengkulu, , yang juga merupakan alumni UNIB, menyampaikan kesan emosional dalam sambutannya. Ia mengenang masa-masa kuliah yang jauh berbeda dengan kondisi kampus saat ini.
Menurut Mian, perkembangan fisik dan fasilitas kampus sangat pesat. Gedung-gedung baru yang megah kini berdiri di berbagai sudut kampus, mencerminkan kemajuan yang tidak ia rasakan saat masih menjadi mahasiswa.
“Perubahan UNIB sangat luar biasa. Dulu saat saya kuliah, fasilitasnya belum seperti sekarang. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai alumni,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk terus mendukung kemajuan dunia pendidikan, termasuk Universitas Bengkulu. Menurut dia, kemajuan kampus akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami bersama Gubernur merasa bangga menjadi bagian dari alumni UNIB. Ke depan, kami berharap kampus ini terus melahirkan generasi unggul yang mampu membawa nama Bengkulu lebih dikenal,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu, , menutup rangkaian sambutan dengan optimisme tinggi terhadap masa depan kampus yang dipimpinnya. Ia menilai, usia 44 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan adaptif.
Menurut Indra, UNIB tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada penguatan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
“UNIB harus terus bergerak maju, menjadi kampus yang adaptif dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, hal itu dapat terwujud,” ujarnya.
Perayaan Dies Natalis ke-44 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Universitas Bengkulu masih terus berlanjut—dari kampus regional menuju institusi pendidikan yang berdaya saing global.









