3 Hari Pakai Air Kotor, Warga Lebong Akhirnya Lega: “Sekarang Sudah Ada Air Bersih”

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Banjir besar yang melanda Kabupaten Lebong tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memicu krisis air bersih yang cukup serius.

Di Desa Nangai Amen, Kecamatan Amen, ratusan warga harus bertahan selama tiga hari dengan menggunakan air yang tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu warga, Darmi, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih setelah instalasi PDAM rusak akibat banjir.

“Kami sudah tiga hari pakai air kotor. Kalau mau ambil air bersih harus ke Sungai Air Lemeu, jaraknya sekitar 10 kilometer,” ujarnya.

Kondisi ini tentu sangat memberatkan warga, terutama bagi ibu rumah tangga dan anak-anak. Air bersih menjadi kebutuhan utama yang sulit dipenuhi.

Baca Juga :  Janji Kerja di Vietnam Berujung Neraka di Kamboja, Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

Banjir yang melanda wilayah ini memang cukup parah. Ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa, jauh lebih tinggi dibandingkan banjir sebelumnya.

Akibatnya, banyak fasilitas rusak, termasuk jaringan PDAM yang menjadi sumber utama air bersih warga.

Namun, harapan mulai muncul ketika bantuan dari Polda Bengkulu tiba di lokasi. Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga.

Dalam kunjungannya, ia membawa solusi berupa kendaraan water treatment yang mampu mengolah air kotor menjadi air bersih.

Bantuan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Kini mereka tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih.

Baca Juga :  Pj Sekda Deddy Ramdhani Buka Sosialisasi dan Sinkronisasi Program DWP Seluma 2025, Dorong Peran Istri ASN Lebih Aktif

“Kami sangat terbantu dengan alat ini. Sekarang sudah bisa pakai air bersih lagi,” kata Darmi.

Selain air bersih, Polda Bengkulu juga menyalurkan bantuan sembako dan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Tak hanya itu, tim medis juga diterjunkan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah bencana memberikan rasa aman dan harapan bagi warga. Mereka merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini.

Meski kondisi mulai membaik, warga berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas yang rusak, terutama instalasi PDAM, agar distribusi air bersih kembali normal.

Penulis : Handi Pratama

Berita Terkait

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu
Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola
Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang
Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat
Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer
Fakta Sidang Terungkap: Kuasa Hukum Tegaskan Izin Tambang Sepenuhnya Tanggung Jawab PT RSM
Pemprov Bengkulu Siapkan Balai Buntar Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam
Tiket Mulai Rp10 Ribu, DAMRI Bengkulu Jadi Transportasi Favorit Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

Prestasi Gemilang! Victor Saragih Promosi ke Eselon I Usai Bongkar Korupsi Rp3,39 Triliun di Bengkulu

Senin, 13 April 2026 - 18:00 WIB

Usia 55 Tahun, Bank Bengkulu Tancap Gas: Iswahyudi Dorong Transformasi Total dan Layanan Jemput Bola

Minggu, 12 April 2026 - 12:42 WIB

Darurat Ekologis Sumatera, PLTU Batubara Picu Kerusakan Laut hingga Hilangnya Terumbu Karang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:12 WIB

Usulan Listrik Gratis Bengkulu Tembus 5.500, Pemprov Kejar Target 6.000 Sebelum Dikirim ke Pusat

Jumat, 10 April 2026 - 23:26 WIB

Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer

Berita Terbaru