Pemprov Bengkulu Tunggu Regulasi Pusat soal Penyaluran Bansos Lewat Kopdes

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKTRASI –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat terkait rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) dan barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Kebijakan tersebut rencananya mulai diterapkan pada September 2026. Pemprov Bengkulu memastikan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat setelah aturan dan mekanisme pelaksanaannya diterima secara resmi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan pemerintah daerah pada dasarnya tidak akan mempersoalkan mekanisme baru tersebut selama menjadi kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pemerintah Operasikan 166 SPPG dan Bangun 10 Gudang Pangan Nasional, Prabowo Fokus Perkuat Distribusi Pangan

“Pemprov akan tunduk, artinya menjalankan apa yang menjadi kebijakan daripada pemerintah pusat,” kata Herwan, Selasa (01/9/2026).

Ia menilai penyaluran bansos melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat memberikan keuntungan karena koperasi berada lebih dekat dengan masyarakat.

“Walaupun nanti melalui Kopdes, ya itu lebih bagus. Nantinya Kopdes membawahi masyarakat yang ada di wilayahnya,” ujarnya.

Dengan posisi yang lebih dekat dengan masyarakat, penyaluran bantuan diharapkan dapat berlangsung lebih terpantau dan terawasi.

“Nanti bisa lebih dekat lagi, lebih terpantau lagi, dan lebih terawasi lagi,” ungkap Herwan.

Baca Juga :  BNPT Soroti Peran Keluarga dan Sekolah Hadapi Ancaman Digital

Namun, hingga kini Pemprov Bengkulu masih menunggu kejelasan teknis dari pemerintah pusat. Herwan menyebut pihaknya baru menerima informasi mengenai rencana penyaluran bansos melalui Kopdes.

“Kita nunggu dari pusat. Kita baru dapatkan bahwa informasinya nanti untuk bantuan-bantuan, bansos-bansos itu melalui Kopdes. Kita masih nunggu,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan menyesuaikan langkah pelaksanaan setelah regulasi dari pemerintah pusat diterbitkan.

“Pemerintah daerah tentu menunggu apa yang menjadi regulasi pemerintah pusat,” pungkasnya.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB