Istri Ketua SAAF Tempuh Jalur Hukum, Perjuangkan Hak Diri dan Anak

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Konflik rumah tangga yang melibatkan Risdianto Pattiwael, Ketua Umum Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF), kini memasuki babak baru. Perselisihan yang sebelumnya berlangsung di ranah privat kini berlanjut ke proses hukum setelah sang istri sah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang.

Bagi sang istri, langkah hukum yang ditempuh bukan sekadar respons atas konflik rumah tangga. Ia menilai persoalan yang dihadapi menyangkut hak-haknya sebagai istri serta hak anak yang menurutnya harus mendapatkan perlindungan dan kepastian.

Selama ini, ia mengaku memilih diam dan berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, ketika berbagai upaya tersebut dinilai tidak membuahkan hasil, ia memutuskan menyerahkan persoalan kepada mekanisme hukum yang berlaku.

“Saya tidak sedang mencari panggung. Saya sedang memperjuangkan hak saya sebagai istri dan hak anak saya. Kalau selama ini suara saya tidak didengar, biarkan hukum yang berbicara,” ujar sang istri

Menurut dia, proses hukum menjadi jalan yang paling tepat untuk menguji seluruh persoalan berdasarkan fakta, bukti, dan ketentuan peraturan yang berlaku. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak terburu-buru membentuk opini sebelum seluruh proses berjalan dan menghasilkan kepastian hukum.

Dalam keterangannya, sang istri juga menyinggung adanya dugaan kedekatan suaminya dengan perempuan lain yang disebut turut menjadi bagian dari konflik rumah tangga mereka. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Papua Apresiasi Peran Satgas Damai Cartenz Jaga Stabilitas Keamanan

Perkara ini kemudian menarik perhatian publik karena melibatkan figur yang dikenal di lingkungan sosial kemasyarakatan. Di tengah sorotan tersebut, sang istri menilai substansi persoalan seharusnya tidak bergeser menjadi sekadar perang opini di ruang publik.

Ia mengatakan, fokus utama yang ingin diperjuangkannya adalah hak seorang istri dan anak yang menurutnya tidak boleh terabaikan. Terlebih, status perkawinan yang sah masih melekat sehingga tanggung jawab dalam keluarga semestinya tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

“Ini bukan tentang siapa yang lebih cepat membangun cerita kepada publik. Ini tentang siapa yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” katanya.

Ia juga mengaku siap menghadapi berbagai tekanan, stigma, maupun penilaian publik yang mungkin muncul selama proses hukum berlangsung. Baginya, keputusan untuk membawa perkara ke jalur hukum telah dipertimbangkan secara matang demi kepentingan anak yang harus diperjuangkan hak-haknya.

“Saya sudah terlalu lama diam. Kali ini saya memilih bicara melalui jalur yang benar. Saya punya bukti, saya punya hak, dan saya punya anak yang harus saya perjuangkan. Sampai kapan pun, saya tidak akan membiarkan hak anak saya dianggap tidak penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Tongkol Jagung Disulap Jadi Energi Alternatif, Inovasi Polri Bantu Petani dan UMKM

Pengamat hukum keluarga menilai, dalam perkara rumah tangga yang telah masuk ke ranah hukum, seluruh pihak memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keterangan dan pembelaan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun pada akhirnya, penilaian terhadap fakta dan bukti menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan.

Hingga kini, proses hukum terkait laporan tersebut masih berjalan. Belum ada putusan atau penetapan hukum yang berkekuatan tetap mengenai berbagai dugaan yang disampaikan.

Di tengah beragam narasi yang berkembang, perkara ini pada akhirnya akan ditentukan melalui mekanisme hukum. Fakta-fakta yang ada akan diuji, bukti akan diperiksa, dan seluruh pihak akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keterangannya.

Bagi sang istri, perjuangan yang dilakukannya bukan sekadar persoalan pribadi. Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab seorang ibu dalam memastikan hak anak tetap terlindungi.

Pada akhirnya, bukan opini yang akan menjadi penentu, melainkan proses hukum yang berjalan secara objektif dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB