Penimbunan Limbah PLTU di Dekat Sekolah dan Puskesmas Picu Kekhawatiran Warga Timur Indah

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penimbunan limbah FABA dari PLTU Teluk Sepang di dekat sekolah dan puskesmas Kelurahan Timur Indah Bengkulu memicu kekhawatiran warga akan dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Penimbunan limbah FABA dari PLTU Teluk Sepang di dekat sekolah dan puskesmas Kelurahan Timur Indah Bengkulu memicu kekhawatiran warga akan dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan.

NARASIDEMOKRASI – Rencana penimbunan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Teluk Sepang di Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu, menuai kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, lokasi penimbunan berada sangat dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah dasar, puskesmas, kantor kelurahan, dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Aktivitas pembuangan limbah mulai dilakukan pada 15 Januari 2026 dengan delapan truk material FABA yang ditumpuk di lokasi pembangunan Satpas SIM. Warga mengaku terkejut karena tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya.

Menurut warga, lokasi tersebut bukan tempat yang layak untuk pembuangan limbah karena berada di tengah permukiman padat. Selain itu, mayoritas warga masih menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih sehari-hari.

“Kami takut air sumur tercemar. Kalau limbah ini terbawa hujan, bisa masuk ke tanah dan ke sumur,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Wali Kota Lubuk Linggau Tinjau Langsung Pencarian Warga Hanyut di Sungai Kelingi

Ketua RT setempat menyebutkan bahwa kondisi topografi wilayah cukup rawan karena berada di daerah berbukit. Saluran drainase utama berada sangat dekat dengan lokasi penimbunan.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, dikhawatirkan limbah akan hanyut dan menyebar ke lingkungan sekitar. Risiko ini dianggap sangat besar mengingat volume timbunan yang direncanakan mencapai sekitar 9.000 meter kubik.

Kekhawatiran juga datang dari orang tua murid. Sekolah dasar yang berada tidak jauh dari lokasi penimbunan menjadi perhatian utama. Debu dari limbah dikhawatirkan terhirup oleh anak-anak saat beraktivitas di luar ruangan.

“Anak-anak sangat rentan. Mereka bisa terpapar langsung kalau debu beterbangan,” kata seorang wali murid.

Pada 19 Januari 2026, warga menghentikan kedatangan truk limbah yang hendak melakukan penimbunan lanjutan. Aksi tersebut berlangsung tanpa kericuhan dan dilanjutkan dengan pertemuan resmi di Kantor Kelurahan Timur Indah dua hari kemudian.

Baca Juga :  BBM Non-Subsidi Naik, Pemprov Bengkulu Perketat Penggunaan Kendaraan Dinas

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sikap tegas menolak penimbunan limbah FABA di wilayah mereka. Mereka meminta agar semua material yang sudah ditumpuk segera dipindahkan.

Warga menilai bahwa proyek pembangunan Satpas SIM seharusnya dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan lingkungan. Mereka berharap pihak terkait tidak mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan masyarakat sekitar.

“Jangan sampai pembangunan justru membawa masalah kesehatan bagi warga,” kata Riyes.

Warga juga meminta adanya kajian lingkungan yang jelas sebelum aktivitas penimbunan dilakukan. Menurut mereka, lokasi yang berdekatan dengan sekolah dan puskesmas seharusnya menjadi kawasan steril dari limbah industri.

Saat ini, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang. Mereka berharap pemerintah kota dapat memfasilitasi solusi yang adil bagi semua pihak.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bengkulu Punya Potensi Energi Besar, STuEB Dorong Pemerintah Bangun Sistem Listrik Mandiri
Atlet Bengkulu Peraih Emas PON Dijanjikan Bonus Rp1 Miliar, Pemprov Siapkan Apresiasi Besar
Penataan Pantai Panjang Bengkulu Mulai Diperketat, Pemkot Tegaskan Demi Wisata yang Lebih Tertata
Dari Tuntutan Miliaran Rupiah hingga Vonis Bebas, Kasus Tol Bengkulu Belum Berakhir 
Kasus Solar Nelayan Bengkulu Bisa Melebar, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan DKP Provinsi
Turnamen PTM Fortuna Hadirkan Kategori U-100, Uji Skill dan Pengalaman
Aliansi Petani Sawit Bengkulu Kritik Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo
Wakapolres Lebong Tekankan Kebersihan Mako Cerminan Profesionalisme Polisi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04 WIB

Bengkulu Punya Potensi Energi Besar, STuEB Dorong Pemerintah Bangun Sistem Listrik Mandiri

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:52 WIB

Atlet Bengkulu Peraih Emas PON Dijanjikan Bonus Rp1 Miliar, Pemprov Siapkan Apresiasi Besar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:25 WIB

Penataan Pantai Panjang Bengkulu Mulai Diperketat, Pemkot Tegaskan Demi Wisata yang Lebih Tertata

Senin, 25 Mei 2026 - 20:31 WIB

Dari Tuntutan Miliaran Rupiah hingga Vonis Bebas, Kasus Tol Bengkulu Belum Berakhir 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:08 WIB

Turnamen PTM Fortuna Hadirkan Kategori U-100, Uji Skill dan Pengalaman

Berita Terbaru