Pemkab Bengkulu Tengah Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Benteng Alami Pesisir dari Ancaman Abrasi

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bengkulu Tengah menanam 1.000 bibit mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi. Program dilakukan bertahap dan melibatkan pemerintah, swasta, serta masyarakat.

Pemkab Bengkulu Tengah menanam 1.000 bibit mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi. Program dilakukan bertahap dan melibatkan pemerintah, swasta, serta masyarakat.

NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah menjadikan peringatan Hari Mangrove Sedunia ke-11 sebagai momentum memperkuat perlindungan kawasan pesisir. Melalui aksi penanaman 1.000 bibit mangrove, pemerintah daerah ingin membangun benteng alami yang mampu mengurangi ancaman abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pantai.

Kegiatan berlangsung di Balai Konservasi Penyu Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Selasa (28/7/2026). Selain diikuti jajaran pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga melibatkan Forkopimda, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bengkulu, PT Bio Nusantara Teknologi, PT Pelindo Bengkulu, pemerintah desa, komunitas lingkungan, Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) hingga masyarakat sekitar.

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengatakan, penanaman mangrove tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, kondisi pesisir Bengkulu Tengah membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat kerentanan terhadap abrasi.

Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi penting dalam menahan gelombang laut, mengurangi pengikisan garis pantai, serta menjaga habitat berbagai jenis biota laut. Karena itu, setiap bibit yang ditanam merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.

“Hari Mangrove Sedunia ke-11 ini harus menjadi momentum kesadaran kita bersama. Wilayah pesisir kita memiliki kerentanan terhadap abrasi, dan penanaman mangrove adalah salah satu langkah solutif serta alami untuk meminimalisasi dampaknya. Apa yang kita tanam hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya akan sangat luar biasa bagi keselamatan generasi anak cucu kita di masa depan,” ujar Rachmat.

Baca Juga :  Bupati Fikri Gerakkan Program Bantu Rakyat, Layanan Cepat 24 Jam untuk Warga Rejang Lebong

Menurut dia, menjaga lingkungan pesisir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh pihak, mulai dari dunia usaha hingga masyarakat yang tinggal di kawasan pantai, harus ikut mengambil peran agar mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Rachmat mengingatkan, tantangan terbesar bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon tersebut tetap hidup hingga menjadi hutan mangrove yang mampu menjalankan fungsi ekologisnya.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah butuh dukungan dari seluruh stakeholder, kalangan swasta, hingga peran aktif masyarakat pesisir. Mari kita bersama-sama merawat pohon yang sudah ditanam ini. Kita berdoa agar alam Bengkulu Tengah senantiasa dilindungi, diberikan keberkahan, serta menjadi daerah yang makin maju dan sejahtera,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Tengah, Faisal, mengatakan penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dari target 1.000 bibit, sebanyak 250 bibit telah ditanam pada tahap pertama.

Baca Juga :  Sultan B Najamudin Turun ke Sawah, Serahkan Alsintan dan Benih Jagung untuk Petani Bengkulu

Sementara 750 bibit lainnya akan ditanam secara bertahap di sejumlah titik pesisir yang dinilai membutuhkan rehabilitasi vegetasi mangrove.

Menurut Faisal, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi dari tingkat kelangsungan hidup tanaman setelah beberapa tahun ke depan.

Karena itu, DLH akan menggandeng berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan BPDAS Bengkulu agar proses pemeliharaan berjalan berkelanjutan.

Ia optimistis kolaborasi tersebut mampu meningkatkan keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan tingkat keberhasilan hidup mangrove sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir,” ujar Faisal.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Bengkulu Tengah berharap kawasan pantai tidak hanya terlindungi dari abrasi, tetapi juga menjadi ekosistem yang mampu mendukung kehidupan nelayan, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Helmi Hasan dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi, Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Bengkulu
SMPN 19 Bengkulu Menunggu Uluran Tangan Pusat, Revitalisasi Capai Rp2 Miliar
Targetkan 67 Kelurahan Masuk Program Binaan Imigrasi, Pemkot Bengkulu Perkuat Pencegahan TPPO
Data Akurat Jadi Kunci, BPS Ajak Pelaku UMKM Bengkulu Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi
BKD Bengkulu Tegaskan Peserta Absen Otomatis Gugur dari Seleksi Karo Hukum
Akui Pakai Uang Perusahaan, Latifa Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Jaksa Nilai Latifa Terbukti Gelapkan Dana Perusahaan, Tuntut 4,5 Tahun Penjara
JPU Minta Latifa Ditahan Usai Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:51 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Benteng Alami Pesisir dari Ancaman Abrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:20 WIB

Helmi Hasan dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi, Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Bengkulu

Senin, 27 Juli 2026 - 20:22 WIB

SMPN 19 Bengkulu Menunggu Uluran Tangan Pusat, Revitalisasi Capai Rp2 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 19:51 WIB

Targetkan 67 Kelurahan Masuk Program Binaan Imigrasi, Pemkot Bengkulu Perkuat Pencegahan TPPO

Senin, 27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Data Akurat Jadi Kunci, BPS Ajak Pelaku UMKM Bengkulu Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi

Berita Terbaru