NARASIDEMOKRASI – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu memastikan pembenahan kawasan Pelabuhan Pulau Baai tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan kepelabuhan, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.
Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah perbaikan Jalan Line 1 sekaligus penataan akses masyarakat Teluk Sepang yang selama ini masih menggunakan jalur operasional pelabuhan.
GM Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, SH., MH., MSc., mengatakan Jalan Line 1 merupakan kawasan terbatas yang memiliki standar keamanan dan keselamatan operasional.
Meski demikian, Pelindo memahami kondisi masyarakat yang masih menggunakan akses tersebut akibat persoalan infrastruktur di sekitar wilayah Kampung Bahari.
“Kami masih mencari cara agar masyarakat tidak lewat di jalan Line 1 pelabuhan karena kawasan itu harus steril. Ini juga demi keselamatan masyarakat,” ujar Dimas.
Sebagai bentuk pendekatan yang mengedepankan solusi, Pelindo tidak langsung melakukan pembatasan total. Saat ini sedang dirancang sistem akses menggunakan kartu khusus.
Melalui sistem tersebut, aktivitas warga Teluk Sepang tetap dapat terdata dan berjalan lebih aman sambil menunggu penyelesaian akses alternatif.
“Nantinya semua warga Teluk Sepang akan diberikan kartu akses tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, Pelindo juga memastikan rencana perbaikan Jalan Line 1 terus berjalan. Dokumen teknis terbaru telah selesai setelah dilakukan penyesuaian terhadap harga material.
Dimas menjelaskan, penyesuaian diperlukan karena adanya perubahan harga BBM serta nilai tukar mata uang yang berdampak pada biaya pekerjaan.
Pelindo Bengkulu saat ini telah menyerahkan seluruh dokumen pendukung ke Pelindo Pusat agar proses pelelangan dapat kembali dilanjutkan.
Selain faktor usia jalan, Pelindo juga menyoroti persoalan kendaraan ODOL yang kerap memberikan tekanan berlebih terhadap infrastruktur.
Menurut Dimas, persoalan ini membutuhkan solusi bersama agar aktivitas ekonomi tetap bergerak, namun ketahanan fasilitas pelabuhan tetap terjaga.
“Persoalan ODOL yang membuat jalan cepat rusak ini masih kami cari solusi terbaik untuk ke depannya,” katanya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








