Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menyusul adanya sejumlah aktivitas kegempaan yang masih tercatat dalam beberapa hari terakhir.

Pemantauan terhadap gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut menjadi perhatian Pemprov Bengkulu.Sebab, aktivitas sebelumnya sempat berdampak terhadap wilayah Bengkulu. Material abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau diketahui dapat terbawa angin hingga mencapai wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan perkembangan terbaru aktivitas gunung api tersebut. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu terus mengikuti laporan perkembangan Gunung Anak Krakatau yang disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala dengan melihat berbagai parameter aktivitas vulkanik. Data kegempaan menjadi salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengetahui perubahan kondisi di dalam tubuh gunung api.

Berdasarkan informasi pengamatan pada periode 6 hingga 7 September 2026, sejumlah aktivitas kegempaan masih terjadi di Gunung Anak Krakatau.

“Dalam periode 6 hingga 7 September 2026, tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid atau fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal,” kata Rico saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Rico, catatan tersebut menjadi bagian dari data yang terus dievaluasi untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan ataupun perubahan pola aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga :  WFA ASN Diuji Coba, Target Kerja Tak Boleh Turun

Tidak hanya aktivitas gempa, pemerintah juga mencermati parameter instrumental lainnya. Salah satunya adalah RSAM atau Real-time Seismic Amplitude Measurement. Parameter tersebut dapat menggambarkan perubahan energi aktivitas vulkanik yang terjadi di gunung api.

Rico menyebutkan, nilai RSAM Gunung Anak Krakatau sempat mengalami peningkatan pada 5 September 2026. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena pada hari berikutnya nilai RSAM kembali mengalami penurunan.

“Nilai RSAM sempat mengalami peningkatan pada 5 September, kemudian pada 6 September kembali mengalami penurunan,” jelasnya.

Selain RSAM, hasil pemantauan melalui alat tiltmeter juga menjadi perhatian. Berdasarkan data dari Stasiun Tanjung, terdapat kecenderungan peningkatan atau inflasi pada awal Agustus 2026.

Inflasi pada pengamatan gunung api merupakan salah satu perubahan yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan perubahan bentuk tubuh gunung. Meski demikian, setiap data tetap perlu dibaca bersama parameter lainnya untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi aktivitas vulkanik secara keseluruhan.

Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat dari hasil pengamatan Stasiun Lava 93. Data dari stasiun tersebut memperlihatkan pola yang relatif mendatar atau cenderung konstan.

“Sementara itu, data tiltmeter Stasiun Tanjung menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan atau inflasi pada awal Agustus 2026. Berbeda dengan itu, Stasiun Tiltmeter Lava 93 memperlihatkan pola relatif mendatar yang mengindikasikan kondisi konstan,” ungkap Rico.

Adanya perbedaan pola pada sejumlah instrumen tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat dinamis. Karena itu, perkembangan gunung api tidak dapat hanya dilihat berdasarkan satu indikator saja.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Pemprov Bengkulu Tegaskan Isu Pemeriksaan Gubernur Helmi Hasan di Kejagung Adalah Hoaks

Pemantauan dilakukan dengan menggabungkan data kegempaan, RSAM, tiltmeter, serta berbagai parameter pengamatan lainnya. Data tersebut kemudian dievaluasi untuk melihat kecenderungan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari waktu ke waktu.

Rico menegaskan, meskipun terdapat sejumlah indikator yang mengalami penurunan, potensi terjadinya erupsi pada periode berikutnya masih tergolong tinggi sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Pemprov Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diketahui secara cepat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Terlebih, Bengkulu memiliki pengalaman terdampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap setiap perkembangan yang terjadi di gunung api tersebut.

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai perkembangan gunung api sebaiknya merujuk pada keterangan resmi dari lembaga berwenang.

Pemantauan, lanjut Rico, akan terus dilakukan untuk mengetahui dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau. Pemerintah bersama instansi teknis terkait akan mengevaluasi setiap perubahan berdasarkan data pengamatan yang tersedia.

“Hingga saat ini, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Api Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi,” tutup Rico.

Berita Terkait

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
GERKATIN Bengkulu Ubah Mars Kota Bengkulu ke Bahasa Isyarat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Berita Terbaru