Pemerintah Operasikan 166 SPPG dan Bangun 10 Gudang Pangan Nasional, Prabowo Fokus Perkuat Distribusi Pangan

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Pemerintah terus memperkuat sistem ketahanan pangan nasional melalui berbagai program strategis. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan nasional pada Sabtu (16/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Presiden di Provinsi Jawa Timur, selain menghadiri panen raya jagung nasional dan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, langkah pemerintah tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam memperkuat sistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.

Menurut Johnny, pengoperasian SPPG dan pembangunan gudang pangan sangat penting untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan stok pangan tetap aman di berbagai daerah.

“Pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi dan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem pangan nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Pembangunan gudang ketahanan pangan dinilai menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk menghadapi tantangan pangan global yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Produksi Pupuk Murah dan Siapkan 2.000 SDM Unggul Nasional

Dengan adanya gudang pangan di berbagai wilayah, pemerintah berharap distribusi hasil pertanian dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, keberadaan gudang pangan juga dapat membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.

Pemerintah ingin memastikan hasil panen petani tidak terbuang sia-sia akibat keterbatasan tempat penyimpanan maupun distribusi yang lambat.

Sementara itu, pengoperasian 166 SPPG di 18 provinsi juga disebut akan memperkuat jaringan pengelolaan pangan nasional agar lebih modern dan terintegrasi.

Johnny menjelaskan, Polri mendukung penuh seluruh program strategis pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan itu dilakukan melalui Satgas Pangan Polri yang dipimpin Irjen Pol Anwar dan Satgas MBG Polri yang dipimpin Irjen Pol Nurworo Danang.

Selain fokus pada infrastruktur pangan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi pertanian nasional melalui panen raya jagung kuartal II yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

Panen raya tersebut menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah pusat, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga kelompok tani dalam memperkuat sektor pangan.

Baca Juga :  Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Polda Bengkulu Kini Bangun Gudang Pangan Raksasa

“Panen raya jagung kuartal II ini menjadi bukti sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Johnny.

Program ketahanan pangan saat ini memang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo.

Pemerintah menilai ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi, kesejahteraan petani, hingga ketahanan nasional.

Karena itu, pembangunan gudang pangan, penguatan distribusi, dan peningkatan produksi pertanian dilakukan secara bersamaan agar hasilnya lebih maksimal.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor pangan dan memperkuat kemandirian nasional.

Dengan pengoperasian ratusan SPPG dan pembangunan gudang pangan di berbagai daerah, pemerintah berharap Indonesia memiliki sistem pangan yang lebih kuat, modern, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Agenda nasional yang dipimpin langsung Presiden di Jawa Timur itu diperkirakan menjadi momentum penting dalam memperlihatkan keseriusan pemerintah membangun ketahanan pangan nasional berbasis produksi dan distribusi yang merata.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB