NARASIDEMOKRASI – Bank digital yang sebelumnya menyasar milenial dan pekerja kini mulai memperluas pasar ke segmen keluarga. Itulah strategi Bank Raya ketika memperkenalkan fitur Uang Saku, tabungan digital yang diperuntukkan bagi anak usia 10 hingga 16 tahun. Bukan sekadar produk finansial, Uang Saku menjadi pintu masuk bagi Bank Raya dalam mendekati kelompok keluarga sebagai pasar strategis.
Jika selama ini bank digital identik dengan generasi muda yang aktif bertransaksi, Bank Raya melihat peluang berbeda. Orang tua kini semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Mereka mencari solusi yang tidak hanya aman, tetapi juga memudahkan. Uang Saku memberikan itu.
Dengan fitur ini, orang tua bisa mengatur hingga lima saku dalam satu akun. Ada fleksibilitas dalam menentukan tujuan—misalnya tabungan bulanan, keperluan sekolah, atau kegiatan tambahan. Fitur ini memungkinkan keluarga mengatur anggaran dengan struktur yang lebih jelas.
Salah satu diferensiasi Uang Saku adalah pengawasan. Orang tua tetap memegang kendali penuh atas transaksi anak. Saldo dapat dipindahkan, diisi ulang, atau dinonaktifkan sewaktu-waktu. Verifikasi pembukaan rekening melalui foto dan video call menambah keamanan.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menyampaikan bahwa kehadiran Uang Saku bukan hanya strategi produk, tetapi strategi pasar. Menurutnya, keluarga merupakan pasar yang potensial dan jarang disentuh secara khusus oleh bank digital. Dengan membangun kebiasaan keuangan sejak usia dini, Bank Raya berharap tercipta hubungan jangka panjang antara nasabah dan bank.
Data pertumbuhan Raya Apps mendukung strategi ini. Lebih dari 1,6 juta pengguna telah tercatat hingga September 2025. Transaksi meningkat 45,4 persen, digital saving tumbuh 61,4 persen menjadi Rp1,75 triliun. Dengan angka sebesar itu, penetrasi ke segmen keluarga dipandang sebagai langkah yang memiliki prospek tinggi.
Uang Saku tidak berdiri sendiri. Bank Raya sebelumnya merilis berbagai fitur seperti Saku Bujet, Saku Pintar, hingga Saku Jaga. Produk pinjaman digital seperti Pinang Flexi dan Pinang Maksima mendukung usaha dan karyawan. Keseluruhan ekosistem ini membantu Bank Raya menciptakan layanan yang lengkap bagi keluarga Indonesia.
Selain memperkuat posisi pasar, fitur Uang Saku dapat berkontribusi pada inklusi keuangan nasional. Anak-anak yang terbiasa mengelola uang sejak dini cenderung lebih paham tentang tabungan, pengeluaran, dan prioritas. Ketika mereka dewasa, mereka sudah memiliki pengalaman finansial yang terstruktur.
Bank Raya berharap inovasi ini bisa diterima luas dan menjadi kebiasaan di masyarakat. Mereka optimistis keluarga akan melihat Uang Saku sebagai solusi bukan hanya transaksi, tetapi juga pembelajaran.
Dengan strategi ini, Bank Raya menempatkan dirinya bukan hanya sebagai bank digital, tetapi mitra keluarga dalam membangun masa depan finansial.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









