Dolar Naik, Tempe Makin Kecil! Perajin Tempe Bertahan Demi Tak Kehilangan Pelanggan

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perajin tempe di Bengkulu memilih mempertahankan harga jual dengan mengurangi ukuran produk setelah harga kedelai naik menjadi Rp850 ribu per karung. (Senin-05-06-2026)-- FOTO: Handi//MBG.

Perajin tempe di Bengkulu memilih mempertahankan harga jual dengan mengurangi ukuran produk setelah harga kedelai naik menjadi Rp850 ribu per karung. (Senin-05-06-2026)-- FOTO: Handi//MBG.

BENGKULU BAROMETER – Di tengah naiknya Dolar yang mencapai 17.907,30 Rupiah Indonesia per hari ini berdampak terhadap harga kedelai, sehingga perajin tempe di Kota Bengkulu menghadapi dilema yang tidak mudah. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau mempertahankan pelanggan yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan.

Bagi Yuneni Wulandari, pilihan tersebut tidak sesederhana menaikkan harga. Sebab, sebagian besar konsumennya berasal dari kalangan masyarakat yang sangat sensitif terhadap perubahan harga kebutuhan sehari-hari.

Karena itulah, ketika harga kedelai naik hingga mencapai Rp850 ribu per karung, Yuneni mengambil langkah yang berbeda. Ia memilih mempertahankan harga jual tempe eceran agar tetap terjangkau masyarakat.

Namun keputusan itu tentu memiliki konsekuensi. Untuk menutupi kenaikan biaya produksi, ukuran dan berat tempe yang dijual harus disesuaikan.

“Kami harus memutar otak. Kalau untuk pelanggan yang membeli dalam jumlah besar ada penyesuaian harga. Tetapi untuk tempe yang dijual satuan, beratnya yang dikurangi agar harga tetap terjangkau,” katanya.

Baca Juga :  Pelindo Pastikan Distribusi BBM Aman, 89 Kapal Pertamina Dilayani Tanpa Gangguan

Strategi tersebut sebenarnya cukup umum dilakukan pelaku usaha makanan ketika harga bahan baku meningkat. Dengan mempertahankan harga jual, konsumen tidak merasa terbebani secara langsung.

Meski demikian, langkah itu juga tidak sepenuhnya menguntungkan produsen. Pengurangan ukuran produk membuat keuntungan yang diperoleh menjadi semakin kecil.

Bagi Yuneni, menjaga pelanggan lebih penting dibandingkan memperoleh keuntungan besar dalam jangka pendek. Ia khawatir jika harga dinaikkan secara signifikan, pelanggan akan beralih ke produk lain yang dianggap lebih murah.

Keputusan tersebut menunjukkan bagaimana pelaku usaha kecil harus memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan pasar. Mereka tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga harus memahami perilaku konsumen.

Baca Juga :  Wabup Gustianto Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 02 Seluma

Kenaikan harga kedelai sendiri menjadi tantangan besar karena bahan baku tersebut merupakan komponen utama dalam produksi tempe. Ketika harga kedelai naik, hampir seluruh biaya produksi ikut terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, para perajin tempe berusaha menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat. Mereka menyadari bahwa tempe merupakan makanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Karena itu, menjaga agar harga tetap terjangkau menjadi salah satu prioritas utama. Meskipun harus mengorbankan sebagian keuntungan, langkah tersebut dianggap lebih aman untuk mempertahankan pasar.

Kisah Yuneni menjadi potret dampak kenaikan Dolar terhadap pelaku usaha kecil di Bengkulu yang bergantung terhadap bahan impor. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka terus mencari cara agar roda usaha tetap berputar dan pelanggan tetap terlayani.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB