BNPT Soroti Peran Keluarga dan Sekolah Hadapi Ancaman Digital

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNPT menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam melindungi generasi muda dari ancaman negatif dunia digital melalui pendidikan dan literasi digital. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

BNPT menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam melindungi generasi muda dari ancaman negatif dunia digital melalui pendidikan dan literasi digital. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

NARASIDEMOKRASI – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam melindungi generasi muda dari ancaman pengaruh negatif di era digital. Hal tersebut disampaikan dalam bedah buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Eddy Hartono mengatakan tantangan di era digital tidak lagi sederhana. Ancaman dapat masuk melalui media sosial, permainan digital, hingga interaksi daring yang mempengaruhi cara berpikir anak-anak muda.

Karena itu, menurutnya, keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun ketahanan mental dan karakter generasi muda.

“Membangun ketahanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman,” ujar Eddy Hartono.

Ia menjelaskan, penguatan keluarga menjadi penting karena anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di ruang digital. Tanpa pengawasan dan pendampingan, generasi muda rentan terpapar berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga :  Duel Maut dengan Maling Motor, Bripka Arya Gugur Saat Jalankan Tugas

BNPT menilai pendidikan literasi digital perlu diperkuat agar anak-anak mampu memilah informasi dan memahami risiko yang ada di dunia maya. Tidak hanya itu, sekolah juga diminta aktif membangun lingkungan sosial yang sehat bagi peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru yang memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan sebelumnya.

“Anak perlu dipahami sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” kata Sentot Prasetyo.

Ia menjelaskan, perlindungan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat penguatan lingkungan sosial dan pendampingan keluarga.

Pendapat tersebut diperkuat Psikolog Forensik Zora Arfina Sukabdi yang menilai deteksi dini terhadap perubahan perilaku anak sangat penting dilakukan.

Menurutnya, perubahan pola interaksi di era digital membuat anak-anak lebih mudah terpapar berbagai pengaruh dari luar. Karena itu, orang tua dan lingkungan sekitar harus lebih peka terhadap perubahan sikap maupun pola komunikasi anak.

Baca Juga :  Prof Juanda: Penindakan Kejahatan Jalanan Sudah Sesuai Amanat Konstitusi

Selain itu, akademisi hukum Harkristuti Harkrisnowo mengingatkan bahwa penguatan kebijakan perlindungan anak tetap harus memperhatikan hak asasi manusia dan pendekatan berbasis ilmiah.

Diskusi tersebut juga menghadirkan pandangan dari Dra. Adityana Kasandra Putranto yang menilai ketahanan mental menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan sosial dan digital saat ini.

Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik berbasis data agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

BNPT dan Densus 88 menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga generasi muda agar tetap aman dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa perlindungan anak di era digital bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Berita Terkait

Lewat Voli, Pelaku Wedding Organizer Se-Sumbagsel Perkuat Silaturahmi di Bengkulu
Video Viral dan CCTV Jadi Senjata Polda Metro Jaya Bongkar Kejahatan Jalanan
Kompolnas Ingatkan Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Secara Profesional dan Humanis
Prof Juanda: Penindakan Kejahatan Jalanan Sudah Sesuai Amanat Konstitusi
Satgas Haji Polri Bongkar Praktik Haji Ilegal, Kerugian Korban Capai Rp10 Miliar
Jalur Tikus Perbatasan Malaysia Jadi Ancaman, Polri Bongkar Bisnis Bawang Ilegal Rp24 Miliar
Pemprov Bengkulu Benahi Tata Kelola Tambang, Harga Patokan MBLB Bakal Diperbarui
Buku “Gamifikasi Kekerasan” Kupas Cara Baru Terorisme Menyusup Lewat Dunia Digital
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:37 WIB

Lewat Voli, Pelaku Wedding Organizer Se-Sumbagsel Perkuat Silaturahmi di Bengkulu

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:07 WIB

Video Viral dan CCTV Jadi Senjata Polda Metro Jaya Bongkar Kejahatan Jalanan

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:40 WIB

Kompolnas Ingatkan Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Secara Profesional dan Humanis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

Prof Juanda: Penindakan Kejahatan Jalanan Sudah Sesuai Amanat Konstitusi

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

Jalur Tikus Perbatasan Malaysia Jadi Ancaman, Polri Bongkar Bisnis Bawang Ilegal Rp24 Miliar

Berita Terbaru