NARASIDEMOKRASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung Polri terus berkembang. Hingga Mei 2026, Polri tercatat telah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diproyeksikan mampu melayani jutaan masyarakat di Indonesia.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan ribuan dapur MBG tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II dan launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Di sisi lain, dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG,” ujar Sigit.
Menurutnya, dari total jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG sudah beroperasi, 172 dalam tahap persiapan operasional, dan 468 lainnya masih dibangun.
Kapolri menjelaskan, apabila seluruh dapur tersebut telah beroperasi penuh, maka program MBG Polri diperkirakan mampu memberikan manfaat kepada sekitar 3,44 juta masyarakat.
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, program tersebut juga diprediksi memberikan efek ekonomi yang cukup besar karena mampu menyerap hingga 68.800 tenaga kerja.
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja,” katanya.
Program SPPG menjadi perhatian karena tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Kapolri mengatakan, Polri berkomitmen untuk terus memperluas pembangunan dapur MBG di berbagai daerah Indonesia agar jangkauan pelayanan semakin luas.
Karena itu, pada tahun 2026 Polri menargetkan pembangunan total 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.
Menurut Sigit, langkah tersebut dilakukan agar manfaat program makan bergizi gratis benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Selain memperluas jangkauan pelayanan, Polri juga memastikan kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam operasional dapur MBG.
Kapolri menegaskan seluruh SPPG Polri telah memiliki berbagai sertifikat kelayakan dan keamanan pangan.
Mulai dari Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, hingga Sertifikat Uji Laboratorium Air.
“Food safety menjadi perhatian utama agar pelayanan pemenuhan gizi berjalan aman dan berkualitas,” ujarnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Dengan dukungan ribuan dapur MBG Polri, diharapkan program tersebut dapat membantu menekan angka kekurangan gizi dan meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.









