NARASIDEMOKRASI – Gerakan Radin Inten Asri Tahun 2026 tidak hanya menghadirkan aksi bersih-bersih Pantai Tapak Paderi. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pelepasan sekitar 2.500 bibit ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem di kawasan wisata Kota Bengkulu.
Pelepasan bibit ikan menjadi simbol bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan sampah. Menjaga keseimbangan ekosistem juga menjadi bagian penting agar kawasan wisata tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Tapak Paderi itu melibatkan TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat.
Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto mengatakan, Gerakan Radin Inten Asri merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan yang harus terus dijaga bersama.
Menurutnya, lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun sektor pariwisata.
Karena itu, kegiatan pelestarian lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Pelepasan ribuan bibit ikan nila diharapkan mampu memperkuat ekosistem perairan sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat alami.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari membersihkan kawasan wisata hingga menjaga keberlangsungan kehidupan biota.
Selain pelepasan ikan, seluruh peserta juga bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan di kawasan pantai.
Langkah ini menjadi upaya untuk mengembalikan fungsi Pantai Tapak Paderi sebagai kawasan wisata yang bersih, nyaman dan ramah lingkungan.
Jatmiko berharap kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat sehingga tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan sangat bergantung pada kesadaran seluruh masyarakat.
Semakin banyak pihak yang peduli, semakin besar peluang menciptakan kawasan wisata yang bersih dan lestari.
Melalui kegiatan ini, TNI ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan menjadi gerakan yang terus berkembang di berbagai daerah.
Dengan demikian, upaya menjaga ekosistem tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi menjadi budaya bersama.








