UMP Bengkulu 2026 Resmi Naik 5,89 Persen

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

NARASIDEMOKRASI — Tarik ulur kepentingan antara serikat pekerja dan kalangan pengusaha dalam penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu 2026 akhirnya berakhir. Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan kenaikan UMP sebesar 5,89 persen atau Rp157 ribu, setelah sebelumnya proses penetapan sempat tertunda karena tidak tercapai kesepakatan.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor 646/DKKTans Tahun 2025, yang menetapkan UMP Bengkulu 2026 sebesar Rp2.827.250, naik dari tahun sebelumnya Rp2.670.250. Ketentuan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026 dan wajib dilaksanakan oleh seluruh pengusaha.

Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifuddin, menegaskan bahwa pemerintah mengambil alih keputusan setelah forum dialog antara dua pihak tidak menghasilkan titik temu.

“Kami memfasilitasi pembahasan cukup panjang. Namun karena tidak ada kesepakatan, gubernur mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas,” ujar Syarifuddin.

Baca Juga :  Disiplin dan Semangat Personel Warnai Latihan Bela Diri Polda Bengkulu

Menurut dia, formula kenaikan 5,89 persen dipilih dengan mengacu pada indikator ekonomi makro, inflasi, serta kemampuan dunia usaha di Bengkulu. Pemerintah berupaya agar kebijakan ini tidak memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), namun tetap memberi ruang peningkatan kesejahteraan buruh.

Penundaan penetapan UMP sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, terutama menjelang akhir tahun. Banyak buruh berharap kenaikan upah dapat membantu mereka menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok pada awal 2026.

Di sisi pengusaha, kekhawatiran juga muncul terkait peningkatan biaya produksi. Namun pemerintah menilai kenaikan Rp157 ribu masih dalam batas yang dapat ditoleransi oleh dunia usaha di Bengkulu.

Selain UMP, penyesuaian UMK juga dilakukan di beberapa daerah. Empat kabupaten, Mukomuko, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, serta Kota Bengkulu telah menetapkan UMK dengan besaran berbeda, sesuai karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Rolly Manampiring Resmi Jadi Asintel Kejati Bengkulu, Siap Perkuat Intelijen Penegakan Hukum

Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas hubungan industrial. Kepastian upah diharapkan dapat mengurangi potensi konflik tenaga kerja dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

Pengawasan terhadap implementasi UMP akan diperketat mulai awal 2026. Disnakertrans akan melakukan pembinaan dan inspeksi ke perusahaan-perusahaan, terutama di sektor padat karya.

“Kami minta semua pihak mematuhi aturan. Jika ada pelanggaran, tentu ada mekanisme sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Syarifuddin.

Dengan ditetapkannya UMP Bengkulu 2026, pemerintah berharap hubungan antara pekerja dan pengusaha dapat kembali kondusif, serta perekonomian daerah tetap bergerak di tengah tantangan global.

Berita Terkait

Pemprov Salurkan Combine Harveste, Petani Panen Padi  Hitungan Jam
Pemerintah Pungut Pajak Pembalut Perempuan, PKN Minta Dikaji Ulang
Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN
Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta
Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi
KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu
Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:52 WIB

Pemprov Salurkan Combine Harveste, Petani Panen Padi  Hitungan Jam

Selasa, 3 November 2026 - 12:14 WIB

Pemerintah Pungut Pajak Pembalut Perempuan, PKN Minta Dikaji Ulang

Senin, 2 November 2026 - 21:30 WIB

Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN

Senin, 2 November 2026 - 21:15 WIB

Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:51 WIB

KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu

Berita Terbaru

Gede Pasek Suardika

Literasi & Opini

Sadapan dan Kekuasaan

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:14 WIB