Terharu! Demi Obati Ibu Mertua, Warga Curup Penggelap Uang Rp 56 Juta Dapat Restorative Justice

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu (Foto: dok. istimewa)

Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu (Foto: dok. istimewa)

Bengkulu – Bayu, warga Curup Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya lepas dari jeratan pidana setelah kasus penggelapan uang perusahaan yang menjeratnya diselesaikan melalui Restorative Justice, Selasa (14/10/25).

Keputusan ini diambil usai Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu mengajukan permohonan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan disetujui.

Dalam ekpose yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar, SH.MH, bersama Kajari Bengkulu Dr. Yeni Puspita, SH.MH, serta didampingi Kasi Pidum Dr. Rusydi Sastrawan, SH.MH terungkap bahwa Bayu melakukan penggelapan bukan karena niat jahat, melainkan karena desakan ekonomi.

Baca Juga :  Pemkot Bengkulu dan PT Angkasa Pura Bagikan Kaki Palsu untuk Difabel, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Tersangka diketahui menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 56 juta untuk biaya pengobatan ibu mertuanya yang sakit kronis. Faktor kemanusiaan inilah yang menjadi dasar pertimbangan jaksa untuk mengedepankan penyelesaian perkara secara hati nurani melalui mekanisme Restorative Justice.

Kasi Pidum Kejari Bengkulu, Dr. Rusydi Sastrawan, SH.MH, didampingi Kasi Intelijen Fri Wisdom Saragih Sumbayak, SH.MH, menjelaskan bahwa tersangka bekerja sebagai sales di PT Authe Mitra Niaga Bengkulu, perusahaan distributor makanan dan minuman ringan. Namun, uang hasil penjualan yang seharusnya disetorkan ke perusahaan digunakan untuk membiayai pengobatan ibu mertuanya.

Baca Juga :  BBM Oplosan 2 Ton Terbongkar, BS Resmi Ditahan Kejari Bengkulu

“Setelah kita ajukan, permohonan restorative justice dikabulkan Kejaksaan Agung,” ujar Rusydi.

Lebih lanjut, Rusydi menegaskan bahwa setelah dikabulkannya permohonan tersebut, kasus yang menjerat Bayu resmi dihentikan penuntutannya.
“Jadi perkaranya tidak dibawa ke persidangan. Tersangka mengaku terpaksa melakukan penggelapan, menyesali perbuatannya, dan antara korban serta tersangka telah sepakat menyelesaikan perkara lewat restorative justice,” jelasnya.

Kasus ini menjadi contoh penerapan Restorative Justice yang menekankan pada pemulihan hubungan sosial dan kemanusiaan, bukan semata pada penghukuman.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB