NARASIDEMOKRASI – RSUD M Yunus Bengkulu terus mematangkan kesiapan untuk membuka layanan bedah jantung terbuka. Pengembangan layanan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan kemampuan pelayanan jantung terpadu di Provinsi Bengkulu.
Direktur Utama RSUD M Yunus Bengkulu, Herry Kurniawan, mengatakan pengembangan layanan dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan kompetensi hingga pemenuhan kebutuhan peralatan medis.
“Saat ini kita sedang dalam tahap pengembangan layanan jantung terpadu untuk meningkatkan kompetensi rumah sakit sehingga bisa dilakukan layanan jantung terbuka,” kata Herry, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, proses persiapan telah memasuki tahapan visitasi. Tim dari Rumah Sakit M Hoesin dan Rumah Sakit Harapan Kita telah datang untuk melihat kesiapan RSUD M Yunus dalam mengembangkan layanan tersebut.
Tahapan berikutnya yang ditargetkan adalah proctoring. Herry berharap proses pendampingan oleh tenaga ahli itu dapat dilaksanakan pada akhir tahun 2026.
“Kita doakan bersama, semoga proctoring-nya bisa segera dilakukan di akhir tahun ini sehingga layanan bedah jantung terbuka bisa diakses di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Tak hanya meningkatkan kemampuan tenaga medis, Herry juga mengaku, RSUD M Yunus juga mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang. Bantuan peralatan yang diterima rumah sakit mencakup kebutuhan layanan jantung secara terpadu.
Peralatan tersebut di antaranya untuk pengembangan laboratorium, kamar operasi, instrumen bedah jantung hingga fasilitas pendukung perawatan pasien setelah operasi.
“Alatnya terpadu. Jadi mulai dari pengembangan peralatan lab, kita harapkan dapat peralatan kamar operasinya, peralatan instrumen untuk layanan bedah jantungnya, termasuk kelengkapan sarana pendukung pascaoperasinya,” jelas Herry.
Sementara untuk pembiayaan,lanjut Herry, Kementerian Kesehatan disebut akan menangani biaya operasi bagi dua pasien pertama yang menjalani bedah jantung terbuka. Biaya untuk satu pasien diperkirakan mencapai sekitar Rp100 jutaan.
“Untuk dua pasien pertama bedah jantung terbuka itu nanti bakal di-handle oleh Kemenkes. Untuk satu orang itu seratus jutaan biaya operasinya,” ungkapnya.
Herry menyebut, nilai bantuan peralatan belum dapat dipastikan secara nominal karena bantuan diberikan dalam bentuk barang.
“Saat ini RSUD M Yunus masih melanjutkan proses persiapan, termasuk koordinasi dan tahapan visitasi lanjutan,” pungkanya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan bedah jantung terbuka diharapkan dapat segera diakses masyarakat Bengkulu tanpa harus menjalani tindakan operasi ke luar daerah.








