NARASIDEMOKRASI – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Provinsi Bengkulu tak hanya berubah dari sisi aturan, tetapi juga menuntut strategi baru dari para calon siswa.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu mengimbau peserta untuk aktif memantau peringkat secara berkala melalui sistem aplikasi. Hal ini penting agar peluang diterima di sekolah tujuan tetap terbuka.
Sekretaris Disdikbud Provinsi Bengkulu, Inne Kristanti, mengatakan bahwa peserta harus cermat membaca situasi, terutama ketika posisi mereka mulai terancam tergeser.
“Kalau peluang semakin kecil, segera cari alternatif sekolah lain yang masih memiliki kuota,” ujarnya.
Menurutnya, sistem SPMB 2026 menyediakan jeda antar tahapan, termasuk masa sanggah, yang bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi pilihan sekolah.
Selain itu, tahun ini juga mulai diterapkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari penilaian seleksi. Artinya, persaingan akan semakin ketat karena tidak hanya bergantung pada nilai sebelumnya.
“Nilai TKA sekarang sudah masuk dalam komponen penilaian,” jelas Inne.
Di sisi lain, kapasitas rombongan belajar (rombel) tetap tidak berubah, yakni maksimal 36 siswa per kelas. Dengan daya tampung yang terbatas, peserta dituntut lebih cermat dalam menentukan strategi.
Rata-rata sekolah SMA di Bengkulu memiliki hingga 12 rombel, namun jumlah tersebut tetap harus dibagi dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahun.
Dengan kondisi ini, calon siswa tidak hanya dituntut memenuhi syarat administrasi, tetapi juga harus aktif, adaptif, dan cepat mengambil keputusan agar tidak tersingkir dalam persaingan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









