Keterlambatan Mandatory UMP Hambat Kepastian Upah Pekerja dan Perencanaan Perusahaan di Bengkulu

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 12:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

NARASIDEMOKRASI – Ketidakpastian soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu terus menggelayuti para pekerja dan pelaku usaha. Keterlambatan penyampaian mandatory dari Kementerian Ketenagakerjaan membuat seluruh proses penentuan upah minimum di tingkat daerah terhenti.

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin, menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima formula resmi penetapan UMP dari Kemenaker.

“Kita masih menunggu mandatory. Tanpa itu, kita tidak bisa memutuskan besaran kenaikan,” ujarnya.

Situasi ini dinilai memberi dampak langsung pada dua kelompok utama seperti pekerja yang menunggu kepastian upah, serta perusahaan yang membutuhkan dasar perencanaan anggaran tenaga kerja tahun 2026.

Baca Juga :  Raya Poin Flash Sale, Strategi Bank Raya Bikin Nasabah Makin Aktif Bertransaksi

Dalam kondisi normal, UMP ditetapkan paling lambat 21 November. Namun tahun ini, jadwal itu tak terpenuhi karena pemerintah pusat sedang menyelesaikan penyusunan regulasi baru terkait rumus pengupahan, menyusul Putusan MK No. 168/2023.

“Jadi bukan daerah yang lambat, tapi memang kita menunggu formula baru dari pusat,” kata Syarif.

Dunia usaha menilai kepastian upah sangat penting bagi penyusunan rencana kerja dan proyeksi keuangan. Sementara bagi pekerja, kepastian kenaikan upah menjadi penentu daya beli di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

Baca Juga :  Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton

Syarif memastikan bahwa begitu mandatory diterbitkan—diperkirakan pada 5 Desember 2025—pemerintah provinsi akan langsung menggelar rapat dengan Dewan Pengupahan Provinsi untuk membahas penetapan UMP Bengkulu.

“Setelah UMP ditetapkan, baru kemudian UMK menyusul tiga hari setelahnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan penetapan UMP secepat mungkin, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan usaha dan kelayakan upah bagi pekerja.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB