NARASIDEMOKRASI – Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan perkembangan positif. Dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pemerintah mengumumkan sebagian hasil panen jagung nasional akan diekspor ke Malaysia.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah pusat, unsur TNI-Polri, kelompok tani serta pelaku sektor pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo bahkan turun langsung ke lahan pertanian dan mengoperasikan kendaraan panen modern jenis Combine Corn Harvester bersama para petani.
Langkah Presiden itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi sektor pertanian nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan panen raya jagung tahun ini dilaksanakan secara serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.
Menurut Kapolri, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produktivitas pertanian nasional terus mengalami peningkatan.
Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 100 ton jagung direncanakan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
“Ini menjadi langkah penting dalam membuka peluang pasar ekspor hasil pertanian Indonesia,” kata Kapolri.
Ekspor jagung tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa hasil pertanian Indonesia mulai mampu bersaing di pasar internasional.
Selain memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, peningkatan ekspor hasil pertanian juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi petani dan daerah penghasil jagung.
Pemerintah menilai sektor pertanian memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional apabila dikelola secara modern dan berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat dukungan kepada petani mulai dari penyediaan alat pertanian modern, penguatan koperasi hingga perluasan akses pasar.
Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare yang dikelola empat kelompok pengelola.
Empat kelompok tersebut yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomoyo dan lahan milik PT Semen Indonesia.
Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 609 ton jagung. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Pemerintah menilai langkah itu penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah petani juga dinilai memberi semangat baru bagi masyarakat pertanian di daerah.
Presiden berulang kali menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Karena itu, sektor pertanian harus mendapat perhatian serius melalui peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi modern dan dukungan terhadap kesejahteraan petani.
Modernisasi pertanian melalui penggunaan alat panen modern seperti Combine Corn Harvester dinilai dapat meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat proses panen.
Selain itu, penggunaan teknologi pertanian modern juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Pemerintah optimistis langkah penguatan pertanian dan ekspor hasil pangan akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan produksi yang terus meningkat dan pasar ekspor yang mulai terbuka, Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu kekuatan pangan di kawasan Asia Tenggara.









