Jagung Indonesia Tembus Pasar Malaysia, Prabowo Dorong Pertanian Naik Kelas

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI –  Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan perkembangan positif. Dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pemerintah mengumumkan sebagian hasil panen jagung nasional akan diekspor ke Malaysia.

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah pusat, unsur TNI-Polri, kelompok tani serta pelaku sektor pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo bahkan turun langsung ke lahan pertanian dan mengoperasikan kendaraan panen modern jenis Combine Corn Harvester bersama para petani.

Langkah Presiden itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi sektor pertanian nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan panen raya jagung tahun ini dilaksanakan secara serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.

Menurut Kapolri, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produktivitas pertanian nasional terus mengalami peningkatan.

Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 100 ton jagung direncanakan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Perwosi Bengkulu Hadiri Munas XII di Jakarta, Sefty Yuslinah Ucapkan Selamat kepada Ibu Tri Tito Karnavian Terpilih sebagai Ketua Umum 2025–2029

“Ini menjadi langkah penting dalam membuka peluang pasar ekspor hasil pertanian Indonesia,” kata Kapolri.

Ekspor jagung tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa hasil pertanian Indonesia mulai mampu bersaing di pasar internasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, peningkatan ekspor hasil pertanian juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi petani dan daerah penghasil jagung.

Pemerintah menilai sektor pertanian memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional apabila dikelola secara modern dan berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat dukungan kepada petani mulai dari penyediaan alat pertanian modern, penguatan koperasi hingga perluasan akses pasar.

Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare yang dikelola empat kelompok pengelola.

Empat kelompok tersebut yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomoyo dan lahan milik PT Semen Indonesia.

Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 609 ton jagung. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

Baca Juga :  Listrik Lumpuh Pasca Bencana, Dolar Cell Dari HPMPI Jadi Harapan Warga 2 Kabupaten di Aceh 

Pemerintah menilai langkah itu penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah petani juga dinilai memberi semangat baru bagi masyarakat pertanian di daerah.

Presiden berulang kali menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Karena itu, sektor pertanian harus mendapat perhatian serius melalui peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi modern dan dukungan terhadap kesejahteraan petani.

Modernisasi pertanian melalui penggunaan alat panen modern seperti Combine Corn Harvester dinilai dapat meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat proses panen.

Selain itu, penggunaan teknologi pertanian modern juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Pemerintah optimistis langkah penguatan pertanian dan ekspor hasil pangan akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan produksi yang terus meningkat dan pasar ekspor yang mulai terbuka, Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu kekuatan pangan di kawasan Asia Tenggara.

Berita Terkait

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Pemprov Bengkulu Tunggu Regulasi Pusat soal Penyaluran Bansos Lewat Kopdes
BI Bengkulu Perkuat Edukasi QRIS, Transaksi Digital Tak Cukup Hanya Praktis
Istri Ketua SAAF Tempuh Jalur Hukum, Perjuangkan Hak Diri dan Anak
Kuasa Hukum CV Pupuk Apresiasi Vonis Hakim, Sebut Unsur Pidana Terbukti
BTPN Syariah Jaga Kualitas Pembiayaan, Laba Semester I 2026 Capai Rp655 Miliar
Kaesang Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029 Dimulai
Saksi Ahli Terdakwa Justru Ungkap Fakta yang Menguatkan Dugaan Fraud di CV Pupuk
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 1 September 2026 - 15:54 WIB

Pemprov Bengkulu Tunggu Regulasi Pusat soal Penyaluran Bansos Lewat Kopdes

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:30 WIB

BI Bengkulu Perkuat Edukasi QRIS, Transaksi Digital Tak Cukup Hanya Praktis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Istri Ketua SAAF Tempuh Jalur Hukum, Perjuangkan Hak Diri dan Anak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kuasa Hukum CV Pupuk Apresiasi Vonis Hakim, Sebut Unsur Pidana Terbukti

Berita Terbaru