BENGKULUBAROMETER— Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bengkulu tidak mengalami kekosongan stok. Kondisi sejumlah SPBU yang sempat kehabisan BBM disebut terjadi akibat adanya jeda waktu dalam proses pembongkaran BBM dari kapal hingga penyaluran ke SPBU.
Rico mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kondisi distribusi BBM yang terjadi pada Rabu, 9 September 2026.
Ia menjelaskan, kapal pengangkut Pertalite yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada 9 September 2026 telah sampai di Bengkulu sekitar pukul 06.00 WIB.
“Tadi koordinasi dengan Pertamina, yang kemarin sudah disampaikan bahwa akan ada kedatangan kapal di tanggal 9. Kapalnya sudah sampai pagi, jam 06.00 pagi. Jadi bukan keterlambatan,” kata Rico saat dikonfirmasi, Rabu (09/9/2026).
Ia mengungkapkan, meski BBM telah tiba di dalam kapal, proses pembongkaran tidak dapat dilakukan secara bersamaan dengan penyaluran ke SPBU. Terdapat tahapan dan prosedur yang harus dilakukan sebelum BBM dapat disalurkan dari tangki penyimpanan menuju kendaraan pengangkut atau SPBU.
“Stok di dalam kapal, di dalam tangki memang masih ada. Cuma tidak bisa misalnya sedang ada bongkar, kemudian langsung penyaluran. Itu nggak bisa, jadi bergantian,” jelasnya.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu pendistribusian ke sejumlah SPBU mengalami sedikit pergeseran. Namun, Rico memastikan penyaluran BBM telah kembali berjalan.
Ia menyebut SPBU di kawasan KM 8, Pagar Dewa, dan Padang Jati telah mendapatkan pasokan sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara SPBU di kawasan Tebeng dan Kilometer 6,5 mendapatkan pasokan pada siang hari.
“Intinya berhenti karena pada saat bongkar, kapal bongkar tidak bisa langsung untuk penyaluran. Bergantian, walaupun ada empat tangki,” katanya.
Rico menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti stok Pertalite di Bengkulu kosong. Menurutnya, pasokan datang sesuai jadwal, namun membutuhkan waktu untuk proses pembongkaran sebelum dapat didistribusikan ke SPBU.
“Intinya itu bukan kosong, terus sampainya pun sesuai dengan perkiraan, sesuai dengan jadwalnya. Tapi ada aktivitas tadi, jadi intinya ada jeda waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan, kapal yang tiba pada 9 September tersebut membawa pasokan Pertalite sebanyak 3.500 kiloliter (KL). Stok tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar enam hari, dengan pengisian stok kembali dilakukan sebelum persediaan benar-benar menipis.
Selain itu, pasokan BBM berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada 12 September 2026.
Sebelumnya, Rico menjelaskan kapal SPOB Srikandi 512 yang membawa Pertalite sebanyak 3.500 KL telah melakukan pengisian di Merak dan berlayar menuju Bengkulu.
“Sejauh ini masih aman, kapal SPOB Srikandi 512 muatan Pertalite 3.500 KL yang kemarin mengisi di Merak, sudah berlayar ke Bengkulu dan estimasi tiba di Bengkulu tanggal 09 September 2026,” ujar aman, Senin (07/9/2026).
Untuk jenis BBM lainnya, Rico memastikan pasokan Biosolar juga masih berjalan normal. Kapal SPOB Dato Siri Loe membawa muatan Biosolar sebanyak 3.700 KL dan tengah melakukan pengisian di Teluk Kabung, Padang.
“Kapal SPOB Dato Siri Loe yang sedang mengisi Biosolar 3.700 KL di Teluk Kabung Padang juga masih operasional dengan normal,” pungkas Rico.
Dengan kedatangan pasokan Pertalite dan berjalannya distribusi secara bertahap, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu memastikan kondisi stok BBM di wilayah tersebut masih dalam keadaan aman.









