BENGKULUBAROMETER — Semangat dan kecintaan terhadap Kota Bengkulu ditunjukkan Dewan Pengurus Daerah Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (DPD GERKATIN) Provinsi Bengkulu melalui karya yang unik dan inklusif.
GERKATIN Bengkulu meng-cover Mars Kota Bengkulu ciptaan Dedy Wahyudi, Wali Kota Bengkulu, dengan menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
Karya tersebut dikemas dalam bentuk video yang menampilkan sembilan orang, terdiri dari tujuh teman Tuli dan dua Juru Bahasa Isyarat (JBI). Mereka menyampaikan lirik dan semangat Mars Kota Bengkulu melalui gerakan tangan serta ekspresi visual.
Ketua DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu, Wiza Aulia Permata, mengatakan karya tersebut merupakan bentuk kecintaan masyarakat Tuli terhadap Kota Bengkulu.
“Teman-teman Tuli juga memiliki rasa cinta dan bangga terhadap Kota Bengkulu. Walaupun kami berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, kami tetap bagian dari masyarakat dan memiliki hak yang sama untuk berkarya, berpartisipasi, dan mengekspresikan diri,” kata Wiza, Kamis (01/9/2026).
Menurut Wiza, penggunaan BISINDO dalam Mars Kota Bengkulu bukan hanya untuk menghasilkan sebuah karya kreatif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan bahasa isyarat sekaligus memperkenalkan kehidupan dan identitas masyarakat Tuli kepada masyarakat luas.
Ia berharap keberadaan masyarakat Tuli semakin dipahami oleh masyarakat, termasuk mengenai hak mereka untuk mendapatkan ruang yang setara dalam berbagai bidang.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi, tetapi juga memahami bahwa di balik bahasa isyarat ada identitas, budaya, dan kehidupan masyarakat Tuli,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengarah kegiatan,Sehmi. Ia menilai keterlibatan masyarakat Tuli dalam karya tersebut merupakan bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas.
“Teman-teman Tuli memiliki hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui cover Mars Kota Bengkulu dalam bahasa isyarat ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Tuli memiliki kemampuan, kreativitas, dan rasa bangga terhadap daerahnya,” jelas Sehmi.
Ia menambahkan, hak penyandang disabilitas telah dijamin melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Harapan kita bersama, setiap nilai semangat yang terkandung dalam mars tersebut bisa dirasakan dan diimplementasikan bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Tuli,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi masyarakat Tuli dalam kehidupan seni dan budaya daerah. GERKATIN Bengkulu berharap karya ini dapat membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dan berkarya di tengah masyarakat.
Melalui gerakan tangan dan ekspresi, Mars Kota Bengkulu kini hadir dalam bentuk yang berbeda. Sebuah karya yang membawa pesan bahwa keterbatasan dalam mendengar bukanlah batas untuk mencintai daerah, berkreasi, dan mengambil bagian dalam kehidupan Kota Bengkulu.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









