NARASIDEMOKRASI – Fluktuasi harga pangan kerap menjadi kekhawatiran masyarakat menjelang pergantian tahun. Namun di Provinsi Bengkulu, Perum BULOG Kanwil Bengkulu mengambil langkah cepat untuk memastikan harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini menjadi andalan BULOG dalam meredam kenaikan harga beras di pasar. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 11.484 ton beras medium telah disalurkan langsung ke pasar tradisional dan ritel modern.
Pemimpin Wilayah BULOG Bengkulu, Dody Syahrial, mengatakan SPHP dirancang agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga wajar, meski terjadi peningkatan permintaan.
“Ketika harga pasar mulai naik, kami langsung intervensi melalui SPHP. Ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, BULOG Bengkulu juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini menyasar langsung masyarakat melalui bazar pangan di berbagai lokasi strategis, mulai dari pusat kota hingga daerah pinggiran.
Melalui GPM, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Program ini terbukti membantu menekan beban pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang momen-momen besar seperti Natal dan Tahun Baru.
Dalam rangka pengendalian harga selama Nataru 2026, BULOG Bengkulu juga mendirikan posko pengendalian harga pangan. Posko ini bertugas memantau stok dan distribusi, sekaligus menjadi pusat koordinasi jika terjadi lonjakan harga di pasar.
Dari sisi ketersediaan, BULOG Bengkulu menyimpan stok CBP sebesar 7.442 ton hingga akhir 2025. Stok ini dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Selain menjaga harga, BULOG juga telah menyalurkan 100 persen bantuan pangan pemerintah. Penyaluran tersebut mencakup 3.205 ton beras dan 641.184 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober–November 2025.
Dody kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan. Ia menegaskan, selama permintaan tetap normal dan tidak ada penimbunan, harga pangan di Bengkulu akan tetap terkendali.
“Kami minta masyarakat belanja sesuai kebutuhan. Tidak perlu khawatir, stok aman,” tegasnya.
Dengan kombinasi SPHP, GPM, dan pengawasan ketat distribusi, BULOG Bengkulu optimistis stabilitas pangan di daerah tetap terjaga hingga memasuki tahun 2026.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









